NTTKreatif.com, Larantuka – Panitia El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Tahun 2026 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyiapkan lebih dari 100 stand bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di kawasan venue utama Stadion Ile Mandiri.
Langkah tersebut dilakukan agar penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di NTT itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu perhatian panitia dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan ETMC XXXV 2026. Panitia menyediakan ruang dan fasilitas berjualan bagi masyarakat yang ingin memasarkan produk selama turnamen berlangsung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Flores Timur, Alvi Kaha, yang juga adalah anggota Seksi UMK dan PKL Panitia ETMC XXXV 2026, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan UMKM.
“Koordinasi sudah kami lakukan dengan seluruh pemangku kepentingan, baik dengan para pelaku UMKM maupun pihak-pihak yang mendukung penyediaan sarana dan prasarana untuk kebutuhan stand,” ujar Alvi dalam rapat pemantapan Panitia pada Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, persiapan tersebut tidak hanya menyangkut pendataan pelaku usaha, tetapi juga fasilitas pendukung seperti tenda yang akan digunakan sebagai tempat berjualan.
“Kami juga sudah berkoordinasi terkait sarana pendukung, termasuk tenda untuk stand UMKM. Kami ingin memastikan para pelaku usaha yang terlibat bisa mendapatkan fasilitas yang memadai selama kegiatan ETMC berlangsung,” katanya.
Menurut Alvi, kehadiran stand UMKM di venue utama diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memasarkan berbagai produk lokal kepada pengunjung, suporter, dan kontingen dari kabupaten lain.
Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur sekaligus Ketua Umum Panitia ETMC XXXV 2026, Ignasius Boli Uran, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“ETMC ini bukan hanya tentang sepak bola. Kita juga ingin bagaimana melalui kegiatan ini ekonomi masyarakat bisa bergerak, terutama para pelaku UMKM di Flores Timur,” ujar Ignasius dalam rapat tersebut.
Ia menjelaskan, kehadiran pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat dari berbagai kabupaten di NTT merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal.
“Ketika orang datang ke Flores Timur untuk menyaksikan pertandingan, tentu ada aktivitas ekonomi yang ikut bergerak. Karena itu, kita ingin UMKM lokal juga mengambil bagian dan merasakan manfaat dari penyelenggaraan ETMC ini,” tambahnya.
Menurut Ignasius, keterlibatan UMKM merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam setiap kegiatan besar daerah.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026, Yitno Woda, menyampaikan bahwa lebih dari 100 pelaku UMKM telah terdaftar untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Panitia juga menyiapkan fasilitas tempat berjualan secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
“Ada 100 lebih UMKM yang sudah terdaftar, mereka ini kami siapkan space/tenda jualan dan kami meringankan mereka tidak dipungut biaya karena panitia lebih kepada semangat pemberdayaan sehingga kita tidak ingin membebankan mereka,” kata Yitno.
Melalui keterlibatan lebih dari 100 UMKM tersebut, ETMC XXXV 2026 diharapkan menjadi momentum yang mampu mempertemukan semangat olahraga dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Dengan demikian, masyarakat Flores Timur tidak hanya menjadi penonton dalam perhelatan sepak bola tersebut, tetapi juga dapat mengambil bagian dan memperoleh manfaat ekonomi dari kehadiran tamu serta suporter dari berbagai daerah di NTT.***(Ell).
