NTTKreatif.com, Tambolaka – Bupati SBD, Ratu Wulla Talu mengatakan kalau peran Posyandu demikian vital bagi Sumba Barat Daya.

Oleh karenanya, ia meminta para kader bisa bekerja keras dalam memberikan dampak kepada kemajuan daerah terutama dalam pembangunan keluarga.

Demikian penegasan yang disampaikan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu sesaat sebelum membuka kegiatan Jambore Kader Posyandu TP PKK SBD Selasa, 29 September 2026.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua TP PKK SBD, Arifin Ibrahim, Sekretaris TP PKK SBD, Jack Keremata dan para kader posyandu dari 11 kecamatan.

Bupati Ratu mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan serta memberikan ruang bagi TP PKK kecamatan, TP PKK Desa, dan kader posyandu untuk menunjukkan kreativitas, inovasi dan kekompakan.

“Tugas kita, tujuan kita dan komitmen kita untuk menggerakkan posyandu agar kerja kita berdampak. Bukan hanya menjadi lambang saja,” katanya mengingatkan.

Bupati Ratu pun mengingatkan para kader untuk bekerja dengan hati dan bukannya mengeluh soal anggaran.

Pasalnya, pemerintah sendiri saat ini terus memberikan dukungan buat masyarakat maupun PKK dengan anggaran melalui sejumlah program dan kegiatan.

“Jadi saya minta kita tidak boleh mengeluh soal anggaran. Karena kami sendiri tentu akan terus bekerja untuk memastikan masyarakat mencapai kesejahteraan,” katanya lagi.

Ia pun berharap kegiatan lomba ini tidak sekadar mengejar kemenangan, tetap menjadi kesempatan untuk saling belajar, menggali potensi dan menghadirkan ide-ide kreatif yang dapat dikembangkan dalam kegiatan posyandu di wilayah masing-masing.

Sebelumnya dalam laporannya ketua Pokja IV TP PKK SBD, dr Margareth Selan mengatakan kalau kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai momentum untuk memperkuat kapasitas, motivasi, solidaritas, dan komitmen kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu.

Adapun tujuan kegiatan tersebut kata dr Selan dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi dan semangat kader dalam melaksanakan pelayanan Posyandu di wilayah masing-masing dan memperkuat pemahaman dan komitmen terhadap pelaksanaan Posyandu ILP serta memperkuat peran kader sebagai penggerak masyarakat, khususnya di tingkat dusun dan desa.

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antar-kader Posyandu dan memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara kader, TP PKK, pemerintah desa, puskesmas, dan pemangku kepentingan lainnya serta mendorong kader untuk semakin aktif dalam menemukan, menyampaikan, dan membantu menyelesaikan persoalan kesehatan yang ada di masyarakat,” katanya. ***