NTTKreatif.com, Maumere – Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, secara tegas meminta Persami Maumere tetap berpartisipasi dalam turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Flores Timur mulai 14 November 2026.
Selain itu Stefanus juga mempertanyakan alasan keterbatasan anggaran yang disampaikan Ketua Askab PSSI Sikka sebagai kendala keikutsertaan Persami. Menurut dia, ketersediaan anggaran melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sikka perlu ditelusuri sebelum keputusan untuk tidak mengikuti turnamen tersebut diambil.
Pernyataan itu disampaikan Stefanus saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (29/10/2026).
“Persami harus ikut. Kalau alasannya karena tidak ada uang, menurut saya itu berlebihan dan tidak rasional. Anggaran melalui KONI sudah ada, sehingga perlu dilihat kembali penggunaannya,” kata Stefanus.
Ia menjelaskan, anggaran hibah untuk KONI Sikka mencapai lebih dari Rp 2 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 500 juta disebut dialokasikan untuk mendukung Persami U-17 mengikuti Liga 4 Seri Nasional di Surabaya.
Stefanus menilai, realisasi penggunaan anggaran tersebut perlu diperiksa, termasuk dengan melihat jumlah pertandingan yang dijalani Persami U-17 selama berlaga di Surabaya.
“Anggaran Rp 500 juta itu digunakan untuk Persami U-17 mengikuti Liga 4 Seri Nasional di Surabaya. Kalau pertandingan yang dijalani hanya tiga kali, perlu dijelaskan bagaimana penggunaan anggarannya dan apakah masih ada sisa yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Meski demikian, Stefanus mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai besaran sisa anggaran yang tersedia. Ia meminta pengelola memberikan penjelasan berdasarkan laporan pertanggungjawaban dan mekanisme pengelolaan dana yang berlaku.
“Saya yakin anggaran sisa dari Surabaya itu masih ada. Nah, sisa anggaran itu kan dapat digunakan untuk ikut ETMC di Flores Timur,” kata Stefanus.
Pertanyakan alasan menyiapkan anggaran untuk Liga 4 tahun depan
Stefanus juga menanggapi alasan bahwa anggaran yang tersedia perlu dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi Liga 4 pada tahun berikutnya.
Menurut dia, apabila terdapat sisa anggaran dari kegiatan sebelumnya, penggunaannya harus mengikuti mekanisme pengelolaan keuangan yang berlaku. Dana tersebut tidak bisa serta-merta disimpan dan digunakan kembali untuk kegiatan tahun berikutnya tanpa melalui prosedur yang semestinya.
“Kalau memang ada sisa anggaran, mekanismenya harus jelas. Uang itu tidak bisa begitu saja disimpan untuk digunakan tahun depan. Pengelolaannya harus mengikuti ketentuan, termasuk jika dana yang tersisa harus dikembalikan ke kas daerah untuk dianggarkan kembali,” ujarnya.
Politikus PDI-P itu menegaskan, anggaran yang tidak terserap pada tahun berjalan tidak otomatis dapat dibawa ke tahun berikutnya. Karena itu, ia meminta KONI Sikka dan pihak terkait memastikan status anggaran tersebut serta menjelaskan kemungkinan penggunaannya untuk mendukung keikutsertaan Persami dalam ETMC XXXV 2026.
Stefanus menilai, jika masih terdapat anggaran yang dapat digunakan sesuai ketentuan, kesempatan tersebut seharusnya dipertimbangkan untuk mendukung Persami tampil di turnamen yang digelar di Flores Timur.
“Yang berlaga itu anak-anak kita, talenta-talenta muda dari Sikka. Kalau memang masih ada anggaran yang bisa digunakan sesuai aturan, mengapa tidak dimanfaatkan untuk mengikuti ETMC di Flores Timur?” katanya.
Minta KONI dan Askab PSSI Sikka memberikan penjelasan
Stefanus mengaku belum menerima laporan terperinci mengenai penggunaan anggaran yang berkaitan dengan keikutsertaan Persami dalam kompetisi sebelumnya. Oleh karena itu, ia meminta Askab PSSI Sikka dan KONI Sikka memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi keuangan tim, realisasi penggunaan dana, serta kemungkinan tersedianya anggaran untuk mengikuti ETMC.
Menurut dia, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui komunikasi dan keterbukaan informasi agar keputusan terkait keikutsertaan Persami tidak hanya didasarkan pada alasan keterbatasan anggaran tanpa penjelasan yang memadai.
Ia juga menilai keikutsertaan Persami dalam ETMC XXXV 2026 penting bagi perkembangan sepak bola di Kabupaten Sikka. Turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mengasah kemampuan sekaligus membawa nama daerah dalam kompetisi sepak bola tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, Flores Timur dan Sikka merupakan dua kabupaten bertetangga di Pulau Flores. Karena itu, Stefanus berharap Persami dapat mengambil bagian dalam turnamen tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola daerah.
“Pada intinya, Persami harus ikut ambil bagian di ETMC Flores Timur. Kami di DPRD sangat mendukung itu. Jangan lagi menjadikan anggaran sebagai alasan sebelum kondisi keuangan dan penggunaannya dijelaskan secara terbuka,” tutup Stefanus.***(Ell).

