NTTKreatif.com, Tambolaka – Data kerusakan rumah akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT terus bertambah sejak Minggu, 4 Oktober 2026.

Berdasarkan data terbaru per Selasa, 6 Oktober 2026, total kerusakan rumah akibat gempa yang berkekuatan 6,1 magnitudo itu sudah mencapai 299 unit.

Pemkab SBD pun kini terus bekerja melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ada mengingat waktu pendataan akan berakhir pada tanggal 7 Oktober 2026 besok.

Kalak BPBD SBD, Stefanus Malo pun membenarkan jumlah kerusakan rumah sementara tersebut. Dirinya mengatakan dari total 299 rumah yang ada, 282 diantaranya masuk kategori rusak ringan. Sedangkan 13 lainnya masuk kategori rusak sedang dan 4 lainnya rusak berat.

Selain rumah, fasilitas umum pun kata Stefanus Malo juga mengalami kerusakan dengan total jumlah sebanyak 24 unit. Dimana 4 unit mengalami kerusakan sedang dan 20 lainnya rusak ringan.

“Itu data sementara dari pihak desa setempat berdasarkan kajian di lapangan tapi nanti kita akan turun lagi untuk melakukan verifikasi secara langsung sesuai dengan kajian teknis. Data itu bisa berubah dan bisa stagnan,” tegasnya kepada wartawan, Selasa, 6 Oktober 2026 tadi.

Dirinya mengatakan walaupun begitu pihaknya akan terus melakukan pendataan dengan melibatkan sejumlah pihak.

“Kita terus update yang terbaru. Nah pendataan ini pun terus kita lakukan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari desa, kecamatan dan stakeholder lainnya termasuk kami di BPBD,” katanya.

Dirinya mengatakan dari data tersebut ada tiga rumah yang disebutnya memang sudah tidak layak digunakan sehingga warga yang bersangkutan harus berpindah rumah sementara yang lokasinya tidak jauh dari rumah milik mereka sendiri.

“Dan itu sudah kita suport dengan bantuan logistik makanan kemarin,” katanya.

Minta Warga Jangan Panik

Ia pun berharap pendataan yang dilakukan hingga tanggal 7 besok bisa sesuai dengan keadaan di lapangan dan hendaknya bisa dimasukkan sesegera mungkin.

“Ini penting agar kita bisa melakukan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Selain itu ia juga meminta agar warga jangan panik dan tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih kerap terjadi.

“Dan praktisnya setelah gempa itu akan terjadi gempa susulan nah sehingga kami minta warga jangan panik dan bisa berbagi informasi,” tambahnya. ***