NTTKreatif.com, – Julie Sutrisno Laiskodat Gandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam melakukan sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa pada Kamis 29 Oktober pagi tadi.

Kegiatan Sosialisasi tersebut digelar di Aula Hotel Sima, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Kegiatan yang digelar atas kerjasama Anggota DPR RI dan BPK ini, dihadiri oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan R. Kaka, Sejumlah Camat, Lurah Hingga Kades.

Dikesempatan itu, dalam sambutannya Bupati SBD, menyampaikan apresiasi kepada BPK dan DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat.

Pasalnya, kegiatan sosialisai tersebut sangat memiliki makna penting dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang tertib dan transparan serta pengelolaan yang tepat sasaran sebutnya.

Tidak hanya itu, Bupati SBD juga menyatakan bahwa Dana Desa merupakan instrumen yang sangat penting dalam upaya mendukung pembangunan serta peningkatan kesejateraan masyarakat.

“Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara cermat, tepat sasaran sesuai dengan ketentuan serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Ratu Wulla berharap, agar kegiatan sosialisai tersebut terus digelar untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan hingga menerapkanya dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Sinergi antara Pemda, Pemdes dan BPK RI perlu terus ditingkatkan untuk mewujudkan pengelolaan dana desa yang tertib dan transparan untuk memberikan manfaat besar buat masyarakat,” katanya lagi penuh harap.

Dalam kesempatan yang sama, Julie Sutrisno Laiskodat juga mendukung tentang pentingnya pengelolaan keuangan dana desa yang tepat sasaran.

Menurutnya dana desa harus diperuntukan bagi sektor yang sangat penting di desa.

Sala satunya sektor pertanian sebutnya.

Menurutnya, sertor pertanian sangat berpotensi besar membantu perekonomian warga desa.

Hal itu ditekankannya agar keuangan hanya boleh berputar dalam daerah itu sendiri.

“Sekarang kan ada MBG. Manfaatkan itu dengan menyiapkan bahan-bahan lokal yang ada di masyarakat. Supaya kita tidak lagi membeli dari luar biar uang bisa beredar tetap dalam daerah. Ini yang kemudian membantu masyarakat kita untuk sejahtera,” sebutnya.***