NTTKreatif.com, Tambolaka — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 melanda warga Sumba Barat Daya (SBD) pada Minggu pagi (4/10/2026) sekitar pukul 06.55 WITA. Guncangan kuat tersebut merusak ratusan rumah warga dan fasilitas umum, namun Pemkab SBD memastikan situasi kini terkendali dan tidak ada korban jiwa.

Dalam konferensi pers pada Rabu (7/10/2026), Bupati SBD Ratu Wulla Talu membeberkan data terbaru penanganan dampak gempa. Hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 360 rumah warga terdampak, dengan rincian 5 rumah rusak berat, 20 rusak sedang, dan 335 rusak ringan.

Tak hanya rumah warga, guncangan gempa juga berdampak pada 34 fasilitas umum. Dari jumlah tersebut, 5 bangunan mengalami rusak sedang dan 29 lainnya rusak ringan, termasuk beberapa sekolah, tempat ibadah, puskesmas, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Meskipun kerusakan cukup luas, kabar baiknya seluruh warga dalam keadaan selamat. Tercatat sampai saat ini, hanya ada satu warga yang mengalami luka ringan dan kini sudah mendapatkan perawatan medis rawat jalan.

“Dampak gempa, korban jiwa tidak ada, hanya satu orang mengalami luka-luka, tetapi sudah ditangani dan sekarang sedang rawat jalan,” ujar Bupati SBD Ratu Wulla Talu di Ruang Rapat Bupati.

Ratu Wulla menceritakan bahwa sesaat setelah gempa terjadi pada Minggu pagi, jajaran Pemkab SBD langsung turun ke lapangan. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan keselamatan warga serta melihat langsung kondisi rumah dan lokasi pengungsian bagi warga yang terdampak bencana.

“Pasca gempa kami pemerintah daerah langsung melakukan tinjauan lapangan sejak tanggal 4, kami turun ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana untuk melihat secara langsung kondisi dampak dari gempa,” kata Ratu Wulla.

Melihat banyaknya warga yang terpaksa mengungsi di luar rumah, pemkab SBD fokus mengamankan kebutuhan paling mendasar. Ketersediaan air bersih dan bahan makanan dipastikan menjadi prioritas utama yang disalurkan pasca gempa.

“Hari Senin kami rapat bersama dengan Sekda dan para pimpinan OPD terkait penanganan dan bagaimana kami melakukan distribusi bantuan kepada masyarakat yang mengungsi, yaitu bantuan makanan dan air bersih,” jelasnya.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBD tengah menyelesaikan pemutakhiran data akhir kerusakan. Data yang valid ini penting agar bantuan perbaikan bangunan, baik rumah warga maupun fasilitas umum, bisa tepat sasaran dan segera diproses.

Tak lupa juga, bupati mengimbau warga SBD agar tidak panik namun tetap waspada jika terjadi gempa susulan. Kesigapan warga saat mengevakuasi diri menjadi kunci utama untuk menghindari risiko cedera.

“Himbauan kepada masyarakat terus kami lakukan agar masyarakat terus berwaspada dan hati-hati jika terjadi gempa susulan, sehingga mereka tidak panik dan bisa mengevakuasi diri dengan baik,” pungkasnya.

Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati SBD Dominikus A. R. Kaka, Sekda Etmondus N. Nau, Asisten I Christofel Horo, Staf Ahli Bupati, dan Kalak BPBD SBD.***