NTTKreatif.com, Jakarta – Dalam sidang lanjutan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) terkuak fakta menarik.

Fakta tersebut terungkap dari Atase Pendidikan KBRI Singapura dan KBRI Canberra yang sama-sama kompak menyebut kalau dalam penelusuran mereka, mereka tidak memiliki arsip dokumen terkait riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka di Singapura maupun Australia.

Hal itu disampaikan perwakilan kedua KBRI dalam sidang lanjutan pada Jumat kemarin.

“Setelah kami menelusuri dokumen yang ada, kami tidak menemukan adanya dokumen yang disimpan di KBRI,” Atase Pendidikan KBRI Singapura, Nur Aeni Ariyanti dalam sidang sebagaimana dikutip dari laman youtube Mahkamah Konstitusi.

Nur Aeni kemudian menjelaskan soal kedudukan dan status sekolah Gibran diantaranya Orchid Park Secondary School yang menurutnya merupakan sekolah menengah negeri yang berada di Yishun dan didirikan pada 1999.

Sekolah tersebut berada di bawah Ministry of Education (MOE) dan mengikuti kurikulum nasional Singapura.

Selain mengenai pendidikan menengah, Nur Aeni memberikan keterangan mengenai Management Development Institute of Singapore (MDIS).

Menurutnya, MDIS merupakan lembaga pendidikan tinggi swasta yang berada dalam kerangka Private Education Act dan diawasi Committee for Private Education (CPE).

Lebih lanjut Nur Aeni mengatakan KBRI Singapura memang mencermati pemberitaan mengenai riwayat pendidikan Gibran yang berkembang di ruang publik.

Namun, pihaknya belum melakukan langkah khusus, termasuk komunikasi langsung dengan Orchid Park Secondary School. Menurutnya, setiap tindak lanjut yang dilakukan Atase Pendidikan harus mempertimbangkan fungsi, tugas, kewenangan, serta mekanisme verifikasi yang tepat.

“Kami pada prinsipnya senantiasa terbuka untuk memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangan apabila terdapat permintaan verifikasi melalui jalur resmi dari instansi yang berwenang,” ujarnya lagi.

Hal senada pun disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Yuli Rahmawati yang mengatakan kalau KBRI Canberra juga tidak menemukan arsip mengenai riwayat pendidikan Gibran di Australia.

Dalam persidangan, Yuli juga menjelaskan sistem pendidikan Australia dan posisi UTS Insearch atau UTS College dalam sistem pendidikan tinggi Australia.

Dikatakannya, Australia memiliki sistem pendidikan yang mencakup Primary School, Secondary School, Senior Secondary School, Vocational Education Training, hingga berbagai program pathway seperti Certificate, Foundation, dan Diploma sebelum melanjutkan ke jenjang sarjana.

Yuli menegaskan bahwa pemerintah Australia tidak pernah menyatakan program pathway seperti pendidikan profesional atau program persiapan sebagai pendidikan yang setara dengan Senior Secondary School.

Menurutnya, program tersebut merupakan jalur pendidikan bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang sarjana.

Diketahui, dalam riwayat pendidikannya, Gibran menamatkan sekolah menengah di Orchid Park Secondary School, kemudian pindah ke UTS Insearch atau UTS College dan lulus pada 2007, lalu melanjutkan ke Management Development Institute of Singapore (MDIS) hingga lulus pada 2010.***