NTTKreatif.com, Tambolaka – Program Penataan Kawasan Kumuh tahun 2026 di Kabupaten Sumba Barat Daya menyasar dua wilayah, masing-masing di Kelurahan Langgalero dan Desa Radamata.

Program tersebut merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman atau PKP.

Program penataan dan pengentasan kawasan kumuh ini sendiri dilaksanakan melalui berbagai pendekatan kolaboratif berbasis data dan penyediaan infrastruktur layak huni seperti membangun akses air bersih, saluran drainase, pengelolaan sampah, dan sanitasi atau IPAL serta Pemugaran atau renovasi rumah tidak layak huni dan Pembangunan permukiman baru secara terpadu.

Khusus di Kelurahan Langgalero, program tersebut tinggal menunggu SK untuk dikerjakan dengan sistem stimulan yang masing-masing KK mendapatkan bantuan Rp20 juta.

“Kami di sini (Langgalero) dapat 30 jatah pembangunan atau rehab rumah Program Penataan Kawasan Kumuh tahun 2026 untuk 30 KK,” kata Lurah Langgalero, Irwan F Malo kepada wartawan, Rabu, 23 September 2026 petang tadi.

Irwan F Malo mengatakan walaupun mendapatkan jatah yang cukup banyak namun pihaknya mengaku diawal kehadiran program tersebut pihaknya langsung mendapatkan tantangan.

Pasalnya, sejumlah warga yang mendapatkan program tersebut memutuskan untuk belum mau menerima program tersebut karena kesulitan mendapatkan bahan lokal.

“Sistemnya stimulan dimana masyarakat menanggung bahan lokal. Cuma awal hadir itu, banyak masyarakat yang mengeluh karena bahan lokalnya tidak ada sehingga beberapa diantaranya itu meminta agar namanya mereka diganti ke warga lain yang sudah siap,” bebernya.

Kondisi tersebut kata Irwan tidak hanya terjadi di 1 titik saja tapi ada beberapa titik sehingga pihaknya pun mengambil kebijakan untuk menggantikan nama penerima di awal dengan nama warga lain yang masih berada di Kelurahan Langgalero.

“Ini atas permintaan sendiri bukan desakan orang lain. Ini juga berkaitan dengan kondisi keuangan mereka dalam keluarga yang tidak bisa kita paksa. Tapi kami di kelurahan sudah komit kalau tahun depan ada lagi program semacam ini maka mereka nama prioritas. Nah untuk nama-nama penerima kali ini akhirnya menyebar ke 4 lingkungan,” katanya.

“Prinsip kami walaupun jumlahnya hanya 30 tapi itu sudah sangat membantu warga kami yang belum memiliki rumah yang layak. Pasalnya dari data yang kami miliki, jumlah warga kami yang tidak punya rumah layak huni itu mencapai ratusan KK,” ungkapnya kembali.***