Menurut Petrus Malo Koroka, dirinya menerima apa yang menjadi keputusan dari Jesika.

Meskipun sebenarnya saya benar-benar mencari pendamping hidup, hingga akhirnya proses urusan menurut adat dan budaya Sumba digelar.

">

Ditambah lagi kedua orang tua saya suda tiada, hal itu membuat saya betul-betul mencari pendamping hidup.

“Ya, saya tidak memaksa. Meskipun awalnya saya benar-benar mencari istri yang bisa membantu saya, apalagi kedua orang tua saya sudah tiada makanya saya mau ambil istri dan saya membawa belis saat urusan adat,” ungkap Petrus sambil menyeka air matanya.

Menariknya, Petrus Malo Koroka menyebut kalau dirinya tidak punya masalah sedikitpun dengan orang tua Jesika sendiri.

Sebutnya bahwa, Jesikalah yang membuat ulah hingga akhirnya proses urusan adat yang sakral menjadi terombang-ambing.

Padahal kata Petrus dirinya sebenarnya harus mengurus kebun miliknya untuk keberlanjutan hidupnya.

Namun karena ulah Jesika akhirnya kebun yang seharusnya sudah bersih, sekarang ditumbuhi ilalang.

“Saya ini tidak punya masalah dengan bapak mantu, hanya karena kau ini yang membuat masalah sebenarnya. Seharusnya saya punya kebun sudah bersih, tetapi karena kau akhirnya kebun saya sudah ditumbuhi rumput semua,” pungkasnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625