NTTKreatif.com, Tambolaka – Publik Sumba Barat Daya tiba-tiba dikagetkan dengan adanya aksi protes yang dilakukan sejumlah pedagang ikan yang selama ini beroperasi di Pasar Radamata.
Aksi tersebut dilakukan Senin malam kemarin di depan rujab Bupati SBD. Sialnya aksi tersebut dilakukan disaat Bupati Ratu Wulla Talu sedang bertugas di luar daerah.
Aksi ini menjadi buntut dari penertiban yang dilakukan oleh Pemkab SBD melalui Pol PP beberapa hari terakhir.
Penertiban ini sendiri bukan baru kali ini dilakukan. Bahkan jauh sebelum itu, saat memimpin daerah sebulan, Bupati SBD, Ratu Wulla Talu sudah mengingatkan para pedagang ikan di pasar Radamata dan sekitarnya untuk segera menempati lapak-lapak di Pasar Obakomi, Weepangali untuk melakukan aktivitas jual belinya.
“Saya tegaskan buat para pedagang untuk segera berpindah dari lokasi sekarang karena lokasi tersebut bukan untuk diperuntukan sebagai pasar ikan. Kalau masih tidak mau maka kami akan ambil langkah tegas,” ungkapnya kala itu.
Namun sayang himbauan tersebut malah tidak diindahkan oleh para pedagang yang terkesan melawan. Padahal, pemindahan tersebut bukan tanpa alasan.
Mengusung tagline membangun desa, menata kota, pembenahan dengan menertibkan para pedagang adalah bagian untuk mewujudkan mimpi untuk menata kota lebih baik lagi dengan mengedepankan kebersihan dan keindahannya terlebih lagi di areal pasar radamata bakal dijadikan pusat kuliner.
Lapak Kosong Tak Berpenghuni Jadi Saksi
Kondisi tersebut membuat Pemkab SBD pun harus memaksa para pedagang ikan untuk segera kembali ke tempat yang seharusnya dan menggunakan lapak yang sudah dibangun demi menjaga kebersihan kota.
|
