NTTKreatif.com, Tambolaka – Perjalanan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati SBD, Ratu Wulla Talu dan Dominikus A Rangga Kaka belum seumur jagung ataupun setengah jalan namun sudah banyak perubahan yang dibuat keduanya.

">

Padahal keduanya harus diperhadapkan dengan sejumlah tantangan termasuk di internal Birokrasi yang jika bicara jujur sudah terpolarisasi dengan kontestasi politik Pilkada kemarin.

Hebatnya, kedua sosok politisi ini mampu meramu perbedaan itu menjadi kekuataan birokrasi yang luar biasa walaupun dengan cara yang tidak biasa. Membuat gejolak yang sebelumnya dirasakan di dua kepemimpinan sebelumnya seolah hilang di masa kepimpinan Ratu Wulla Talu dan Angga Kaka.

Apalagi keduanya hadir dengan gaya kepemimpinan yang tegas dan berani tanpa kenal komproni. Bahkan sampai turun sendiri membereskan hal yang dianggap belum beres. Jangan jauh-jauh persoalan guru yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah bukti sahih kalau kepemimpinan keduanya bukan hanya dibalik kursi meja saja tapi juga berani mendobrak sistem yang dianggap salah namun terjaga baik.

Hebatnya, saat dikritik, Bupati SBD yang juga pernah menjadi anggota DPR RI itu menanggapi santai. Dirinya tidak mempedulikan kritik tersebut selama dampaknya baik buat daerah. Hasilnya, terasa kini, sistem pendidikan di Sumba Barat Daya mulai pelan-pelan berubah. Pengurusan berkas guru yang selama ini sulit bukan main mulai terasa enteng. Dokumen lengkap maka langsung dieksekusi.

Ketegasan yang berdampak itu juga terlihat dalam pencapaian program CKG yang selama ini terkesan lambat tiba-tiba berubah drastis dalam kurun waktu hanya 1,5 bulan dengan pencapaian menyentuh angka 23 ribu.

Belum cukup? Yuk lihat pencapaian elektrifikasi listrik yang selalu jadi persoalan masyarakat. Listrik yang selama ini sulit pelan-pelan diubah. Bantuan meteran gratis dengan APBD II memberikan secercah harapan buat masyarakat khususnya di daerah pedesaan untuk merasakan terang. Hingga 24 November 2025, sudah 1.259 jiwa tercatat sebagai penerima bantuan meteran. Dari angka itu, 1.023 unit diantaranya sudah terinstalasi atau teregistrasi/menyala.

Kebijakan Yang Tidak Biasa

Deretan kebijakan tersebut belum termasuk dengan pemanfaatan kembali sejumlah gedung milik pemerintah yang sebelumnya urung dimanfaatkan. Ambil contoh TPA di Ramadana yang dahulu sulit dimanfaatkan kini mulai dimanfaatkan malah dibuat lebih modern.

Begitupun dengan pasar radamata yang sebentar lagi akan berubah menjadi Pusat Kuliner Center Tambolaka. Pasar Waingamura? Tentu akan berubah wajah menjadi pasar yang lebih modern dengan penataan kembali oleh Pemerintah sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625