NTTKreatif.com, Tambolaka – Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur saat ini tengah focus pada pembenahan di segala sector. Salah satunya di sector elektrifikasi listrik yang masih jauh dari harapan.
Hal ini dilakukan karena saat ini Sumba Barat Daya tengah jadi destinasi unggulan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Belum lagi dengan arus ekonomi local yang mulai menggeliat dan bertumbuh positif di wilayah tersebut. Daya jual beli masyarakat yang fluktuatif kini mulai stabil. Hal tersebut membuat Sumba Barat Daya kian diperhitungkan secara ekonomi bahkan sejumlah pihak menyebut kalau di masa depan, Sumba Barat Daya bisa menjadi pioneer ekonomi di Pulau Sumba.
Terlebih lagi, kondisi wilayah yang dahulu rawan mulai pelan-pelan kian kondusif menjadikan Sumba Barat Daya sebagai daerah yang cocok untuk berinvestasi apalagi Pemerintah Daerah di masa kepemimpinan Bupati Ratu Wulla Talu dan Wakil Bupati Dominikus A Rangga Kaka sangat terbuka dan tidak mau menyulitkan para investor dengan aturan-aturan yang berbelit-belit.
Meteran Gratis
Tidak hanya itu, perubahan itu pun nampak dengan bantuan banyak bantuan yang diberi pemerintah dalam kepemimpinan kali ini salah satunya adalah meteran gratis. Program ini sendiri sedari awal merupakan salah satu program unggulan Bupati, Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Dominikus A Rangga Kaka.
Program ini memang bukan baru, malah sudah dilakukan oleh Bupati Ratu saat dirinya masih menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi IX di periode lalu.
Sudah banyak warga Sumba Barat Daya yang mendapatkan bantuan tersebut. Dampaknya rumah mereka yang sebelumnya gelap perlahan-lahan bercahaya. Ada harapan baru dengan adanya program tersebut yang membuat program tersebut berlanjut saat dirinya menjadi Bupati.
Bahkan meteran gratis menjadi salah satu janji politik yang didengungkan sejak awal keduanya memutuskan untuk maju Bersama dalam kontestasi politik 5 tahunan tersebut.
Tagline SBD menyala nyatanya terinspirasi dari terangnya listrik yang selalu memberikan harapan dalam gelap. Mengubah image buruk menjadi baik yang membantu masyarakat bisa keluar dari kemiskinan, kebodohan, dan sakit-sakitan yang selama ini selalu melekat erat dalam kehidupan mereka.
Oleh karenanya, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati, Dominikus A Rangga tahu betul kalau listrik menjadi salah satu kebutuhan yang urgen masyarakat. Pasalnya, masih banyak masyarakat di kampung-kampung hingga dusun-dusun yang belum menikmati terang sebagaimana yang diharapkan.
Sehingga kehadiran mereka pun memberikan harapan buat masyarakat yang membutuhkan listrik dan hasilnya,sejak Kembali program tersebut langsung berjalan baik dimana hingga 24 November 2025, sudah 1.259 jiwa tercatat sebagai penerima bantuan meteran. Dari angka itu, 1.023 unit diantaranya sudah terinstalasi atau teregistrasi/menyala.
Sebuah pencapaian yang tentunya sangat luar biasa. Hal ini membuktikan kalau Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya begitu konsen dengan apa yang menjadi mimpi mereka sendiri tanpa terlalu banyak berbicara.
Menariknya, angka penerima bantuan itu naik signifikan di 26 November 2025 dengan data penerima naik signifikan menjadi 1.890 jiwa menyebar di 11 kecamatan yang proses istalasinya akan terus berjalan hingga Desember mendatang.
Hal ini memang belum sepenuh tuntas. Masih banyak rumah warga yang belum teraliri listrik terlebih mereka yang belum tersentuh jaringan. Namun setidaknya Langkah pertama sudah dibuat.
Seperti kata Bupati SBD, Ratu Wulla Talu, program ini akan berlanjut ke depannya. Tidak akan berhenti di tahun pertama kepemimpinan mereka.
“Sejauh ini baru itu yang bisa kami lakukan, namun angka elektrifikasi kita sudah meningkat di angka 85 persen. Tentu akan kita lanjutkan lagi ke depannya dengan harapan 5 tahun ini semua masyarakat sudah bisa menikmati listrik,” ungkapnya.
Dapat Penghargaan dari PLN
Keberhasilan di tahun pertama ini tentu tidak lepas dari Kerjasama baik antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dengan PT PLN ULP Sumba Jaya sebagai mitra kerjanya. Komitmen dan dedikasi dengan ikatan kepercayaan kedua belah pihak tentu patut diancungi jempol.
Bagaimana tidak, sepanjang pemerintah mengalami kesulitan, PT PLN selalu hadir memberikan solusi begitupun sebaliknya. Kolaborasi dan elaborasi yang demikian membuat program tersebut sukses di lapangan.
Bahkan memberikan dampak yang demikian signifikan dengan keberhasilan pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mendapatkan penghargaan dari dari PT PLN UP3 Sumba sebagai the best partner in collaboration.
Bupati SBD, Ratu Wulla Talu secara terbuka mengaku senang dengan pencapain yang diraih Pemkab SBD tersebut. Menurutnya penghargaan tersebut menjadi motivasi buat pihaknya untuk terus bekerja serius membangun daerahnya khususnya di bidang elektrifikasi.
“Penghargaan ini kan berkaitan dengan kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan PLN tentu ini bisa jadi motivasi buat kami untuk terus memacu kerja kami ke depan untuk bisa melayani listrik di masyarakat,” katanya.
Terlebih lagi, kondisi rasio elektrifikasi listrik di daerahnya sudah di angka 85 persen yang meningkat dari tahun sebelumnya yang tentunya harus ditingkatkan terus setiap tahun agar di akhir masa jabatan keduanya bersama Wakil Bupati, rasio elektrifikasi listrik di daerahnya bisa mencapai 100 persen.
“Kita menyiapkan anggaran, PLN menyiapkan jaringan maka masyarakat tentu akan terlayani dengan baik. Ini kita lagi kejar setiap tahun itu ada alokasi untuk pengadaan metera. Kita akan terus pacu kalau bisa akhir masa jabatan sudah 100 persen,” katanya lagi Waktu itu. ***

