Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak yang pihak yang berwenang. Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan bukti terkait guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian.
Di sisi lain, menurut keterangan dari Wadanyon C Pelopor Satbrimob Polda NTT, keluarga dari para terduga pelaku telah berupaya untuk menjalin komunikasi dengan pihak keluarga korban dengan harapan perkara ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun tanpa ada paksaan.
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Sumba Barat, Charles Pekadede Tenabolo, mendesak Kapolda NTT dan Kadiv Propam Polri untuk tindak tegas oknum anggota Polri yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan di rumah jabatan Bupati Sumba Barat, yang mengakibatkan dua orang Satpol PP mengalami luka-luka, pada Sabtu (15/2/2025) dini hari, pukul 03.30 Wita pekan lalu.
Charles menyatakan, bahwa keterlibatan aparat penegak hukum mencoreng nama institusi polri yang seharusnya ganda terdepan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
Ketua DPRD Sumba Barat itu berharap, agar Kapolda NTT dan Kadiv Propam Polri mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya profesionalitas dan transparansi dalam penanganan kasus ini. Selaku Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Charles Pekadede Tenabolo, berkomitmen untuk memgawal kasus ini untuk memastikan agar korban pengeroyokan mendapatkan keadilan dari penegak hukum.***
|
