Dirinya melanjutkan untuk mencegah hal tersebut maka pemberian Air Susu Ibu tanpa makan pendamping lainnya (ASI eksklusif), perlu diperhatikan oleh Ibu yang melahirkan.

Anak usia dua tahun baru boleh diberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI), sebab menurutnya, dalam seribu hari pertama kehidupan itu terjadi pembentukan otak, fisik dan mental pada anak.

">

“Anak usia dua tahun atau Baduta itu harus sepenuhnya diberikan ASI Eksklusif bapak mama, karena dalam seribu hari pertama kehidupan disitu dimulai pembentukan fisik, mental dan kecerdasan pada anak, jadi setelah anak usia dua tahun baru boleh berikan makanan pendamping ASI,”ungkapnya.

Mendukung peryataan dr. Watik dalam kegiatan percepatan penurunan stunting, komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu, memberikan contoh yang baik pada ibu-ibu yang mengandung dan yang baru melahirkan.

Sebut Ratu Wulla, pencegahan stunting harus dimulai dengan niat yang baik dari seorang ayah dan ibu yang akan melahirkan generasi baru.

Dihadapan masyarakat Desa Wee Kaburru, komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu mengajak agar berjanji melahirkan anak yang sehat dan tidak stunting.

Namun begitu, Wulla kembali mengingatkan masyarakat agar cukup dua anak.

“Mari sama-sama kita perang melawan stunting, ibu-ibu yang sedang mengandung sekarang berjanjilah bahwa tidak akan melahirkan anak yang stunting lagi, suami juga tidak boleh tinggal diam. Tetapi, dua anak cukup,” ungkapnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625