Lanjutnya, tetapi yang paling utama kalau keluhan mereka menyampaikan pertama dari sisi ketenagakerjaan tidak memiliki kepastian terkait besaran upah yang diterima dan kedua mereka mendapat perlakuan kekerasan saat bekerja.
Saat ditanyai soal cash bon dia katakan nanti kita lihat dahulu hutangnya diakibatkan oleh apa.
Ia sebutkan, sebelum mereka membayar hutangnya apa sich kewajiban perusahaan terhadap mereka sudah dipenuhi atau tidak.
“Kalau persoalan permasalahan hutang yang ditimbulkan saya akan bayar tidak ada masalah,” ujarnya.
Saat dikatakan ada 11 pekerja lagi yang masih berada di Eltras Dedi sebutkan tergantung mereka bersedia tidak untuk kembali, mereka mengalami masalah apa tidak.
Ia mengaku mendengar ada 2 orang yang berada di Eltras bar dan karaoke sedang dalam keadaan hamil dan nanti dirinya akan identifikasi dan berkoordinasi dengan tim PPA Polda NTT dan Polres Sikka.
Apakah tidak sekalian membesuk mereka, dia katakan tergantung merekanya apakah mereka menginginkan tidak. Saat dikatakan kebetulan gubernurnya ada disini ia mengatakan nanti kita akan melihatnya.Flores Timur tourism
“Kalau melihat pernyataan dari teman temanya tadi pernyataannya bahwa yang 11 orang itu sangat betah. Kan kita tidak boleh memaksa orang,” tuturnya.
Saat disebutkan, sekedar silahturahmi kan boleh kan mereka juga warga Pak Gubernur juga, Dedi sebutkan ya nanti kita lihat jangan memaksa.
Terkait harapan kepada aparat hukum, dirinya minta tegakan hukum dimanapun dan ia yakin teman-teman Polres Sikka dan Kejaksaan Negeri maumere mampu menangani ini secara baik.
Lebih lanjut Gubernur jawab barat mengatakan saat ini saya sudah menyediakan 200 pengacara yang siap mendampingi dan mengawasi mereka-mereka yang diduga mengalami kasus TPPO. ***
|
