NTTKreatif.com, Tambolaka – Malang benar nasib 32 kepsek dan mantan kepsek yang bernaung di bawah Yayasan Tunas Timur atau Yatutim di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Bagaimana tidak, mereka menjadi korban penipuan yang dilakukan ketua Yatutim, Soleman Lende Dappa alias SLD dengan modus meminta tolong menggadai SK milik mereka ke Bank BRI Cabang Elopada.
Bukannya bertanggung jawab melunasi tagihan seperti janjinya, SLD malah mangkir yang berujung pada munculnya nama para kepsek dalam daftar hitam Bank dan OJK.
Padahal selama bekerja di yayasan tersebut sejumlah kepsek dan mantan kepsek menyebut mereka tidak pernah mengetahui berapa jumlah gaji mereka dan hanya mendapat SK tanpa gaji.
Kepada wartawan, salah satu ex Kepsek, Anderias Bili Malo menceritakan kalau dirinya dan kawan-kawan menjadi korban SLD dimulai dari 2019 dimana kala itu, kata dia, SLD meminta tolong para kepsek untuk membantu dirinya untuk membuka pinjaman di bank BRI Elopada dengan menggadaikan SK.
Anderias menduga pinjaman tersebut dipakai SLD untuk mencalonkan diri jadi anggota DPR RI kala itu.
“Dugaan kami begitu. Karena kami tidak punya niat pinjam di bank. Dan saat dia resmi calon dia kumpul kembali kami untuk atur strategi agar dia menang. Salah satunya itu soal operasional yang dijawab beliau tenang nanti saya belikan mobil seken untuk cari suara sekaligus jadi operasional sekolah, walaupun itu tidak ada sama sekali,” bebernya.
