Meski memberikan dukungan penuh, Rudolf memberikan catatan kritis terkait kesiapan infrastruktur.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan menjadi tuan rumah sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai.

">

Politisi senior ini blak-blakan mengakui bahwa SBD saat ini belum memiliki venue yang memenuhi standar nasional untuk ketiga cabor tersebut. Kondisi ini menuntut kerja cepat dari seluruh pihak terkait.

“Kita harus menyiapkan venue dengan sangat baik, dan jujur kita belum punya itu sekarang,” tegas Rudolf saat dijumpai pada Selasa 21, Juli 2026.

Ia menambahkan, persaingan antar-kabupaten di NTT untuk memperebutkan hak penyelenggaraan cabor akan berlangsung ketat. Namun, SBD tetap optimistis bisa mengamankan setidaknya dua cabor prioritas.

“Kalau pun persaingan antar-kabupaten cukup ketat, minimal kita bisa mengamankan dua cabor. Itu sudah sangat baik, lagipula kita masih memiliki tenggat waktu untuk bersiap,” tambahnya.

Kini, Pemerintah kabupaten dan KONI SBD sedang memastikan kesiapannya dalam menjemput ajang bergensi ini. Kesiapan infrastruktur akan menjadi kunci utama apakah SBD layak menggelar laga tingkat nasional pada 2028 mendatang.***