NTTKreatif.com, Tambolaka — Duka yang melanda masyarakat di Pulau Flores akibat bencana gempa bumi memantik gelombang kepedulian dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejumlah organisasi pemuda dan komunitas seni lintas agama di Sumba Barat Daya bersatu menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana guna meringankan beban para korban terdampak gempa bumi Flores.
Aksi kemanusiaan yang terpusat di Bundaran lampu merah Alun-Alun Tambolaka, Kota Tambolaka, yang dimulai dari pukul 17:00 wita hingga 21:00 wita.
Kolaborasi ini melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Tambolaka, Rumah Musik SBD, Taruna Muda Katolik (Taruk) SBD, serta deretan pemusik dari Gereja Kristen Sumba (GKS).
Suasana di sekitar lalu lintas Bundaran Alun-Alun Tambolaka tampak penuh semangat kebersamaan ketika para relawan turun langsung mengetuk hati para pengguna jalan.
Sembari membawa kotak-kotak donasi, para pemusik lokal menyajikan penampilan musik edukatif dan hiburan live yang menarik perhatian warga serta pengendara yang melintas.
Alunan musik dan lantunan lagu-lagu persaudaraan sengaja dihadirkan sebagai sarana untuk menyentuh nurani publik agar tergerak mengulurkan tangan bagi warga Flores.
Respons yang ditunjukkan oleh para pengguna jalan dan masyarakat sekitar terbukti sangat positif sejak aksi kemanusiaan ini digulirkan.
Banyak pengendara roda dua maupun roda empat secara sukarela menghentikan kendaraan mereka untuk menyisihkan sebagian rezeki ke dalam kotak donasi yang disiapkan panitia.
Koordinator aksi solidaritas, Hendro Mada, menegaskan bahwa kegiatan ini murni dilandasi rasa simpati dan kewajiban moral sesama anak bangsa.
“Kita merasa bahwa hari ini saudara-saudara kita di Flores yang merasakan cobaan berat ini. Suatu saat bisa jadi kita yang berada di posisi mereka. Sebagai sesama anak manusia, ini adalah langkah paling nyata dan sederhana yang bisa kita lakukan sesuai kapasitas yang kita miliki,” ujar Hendro, pada Jumat 21 Agustus 2026.




