Hendro menjelaskan bahwa gerakan kemanusiaan di ruang publik ini telah memasuki hari kedua pelaksanaan sejak dimulainya aksi pertama pada Kamis 20 Agustus, 2026.
Hasil penggalangan dana secara langsung di lapangan pada hari pertama tercatat sangat mengesankan, yakni berhasil mengumpulkan dana tunai sebesar Rp9,4 juta.
Apabila akumulasi donasi lapangan digabungkan dengan transfer rekening peduli bencana yang telah dibuka sejak 15 Agustus 2026, total dana yang terkumpul kini telah melampaui Rp24 juta.
Angka tersebut menjadi bukti nyata betapa tingginya kepedulian dan kedermawanan masyarakat Sumba Barat Daya terhadap musibah yang dialami sesama.
Menurut rencana, aksi penggalangan dana langsung di jalanan ini masih akan terus dilangsungkan hingga hari Minggu mendatang.
Mengenai penyaluran bantuan, panitia penyelenggara memfokuskan alokasi donasi pada wilayah-wilayah terdampak parah yang dinilai masih minim tersentuh bantuan primer, seperti di kawasan Nagekeo dan Bajawa.
Keputusan penentuan lokasi sasaran ini diambil berdasarkan analisis data serta informasi terkini yang dihimpun bersama tim Kontent kreator serta relawan lapangan di Flores.
Hendro menekankan bahwa bantuan yang dikirimkan kelak bukan sekadar nominal angka, melainkan simbol dukungan moril yang membawa pesan hangat bahwa warga Flores tidak berjuang sendirian.
“Mari bersama-sama kita wujudkan kepedulian nyata untuk membantu saudara-saudara kita di Flores yang sedang berjuang bangkit dari musibah gempa bumi, uluran tangan sekecil apa pun sangat berarti bagi pemulihan mereka”. tuturnya lagi
Panitia mengajak seluruh lapisan masyarakat SBD untuk terus menyalurkan bantuan terbaiknya, karena doa dan donasi kita adalah pilar kekuatan bagi saudara-saudara kita di Flores untuk segera kembali pulih dan bangkit.
Sementara itu, untuk menjaga kelancaran lalu lintas, para relawan secara tertib menyodorkan kotak donasi saat kendaraan berhenti ketika lampu merah menyala. ***




