NTTkreatif.com, Tambolaka— Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) secara resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban para korban bencana alam di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kepastian penyaluran bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) SBD, Etmundus N. Nau, di ruang kerjanya pada Kamis 27, Agustus 2026.
Sekda mengonfirmasi bahwa dana bantuan kemanusiaan sebesar Rp500 juta yang bersumber dari APBD SBD telah resmi ditransfer ke rekening pemerintah daerah terdampak sejak Senin lalu.
Penetapan besaran alokasi bantuan ini bervariasi, yang dilakukan berdasarkan tingkat keparahan bencana sesuai hasil kajian resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
”Dana bantuan sebesar Rp500 juta dari APBD telah resmi kami transfer langsung ke rekening pemerintah daerah terdampak sejak Senin lalu. Penentuan besaran alokasi ini didasarkan pada tingkat keparahan bencana sesuai hasil kajian resmi BNPB,” ujar Etmundus
Etmundus menyampaikan berdasarkan hasil kajian tersebut, dari total tujuh kabupaten yang terdampak bencana di Flores, tiga daerah dengan tingkat kerusakan paling parah mendapatkan porsi bantuan yang lebih besar dari kabupaten terdampak lainnya.
Ketiga kabupaten yang masuk dalam kategori terdampak berat, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo, masing-masing menerima alokasi bantuan sebesar Rp100 juta.
Sementara itu, empat kabupaten lainnya yang tergolong dalam kategori terdampak sedang menerima alokasi bantuan masing-masing sebesar Rp50 juta.
Keempat daerah penerima bantuan kategori sedang tersebut meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka.
Etmundus menjelaskan, kepastian cairnya dana APBD ini diperkuat oleh konfirmasi langsung dari Kepala Badan Keuangan Kabupaten Manggarai Timur yang menyatakan dana telah masuk ke rekening kas daerah.
”Informasi dari Kepala Badan Keuangan Manggarai Timur mengonfirmasi bahwa dana bantuan tersebut sudah masuk ke rekening daerah, ” jelasnya
Sekda SBD juga menyampaikan, selain mengucurkan dana APBD, Pemkab SBD telah menggerakkan aksi kepedulian sosial melalui penggalangan donasi publik yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum.
Aksi solidaritas tersebut membuahkan hasil signifikan, di mana total donasi sukarela dalam bentuk uang tunai telah terkumpul lebih dari Rp148 juta hingga kemarin.
Pemkab SBD berkomitmen penuh menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik ini dengan menginstruksikan tim pengelola untuk memperbarui data secara berkala setiap hari.
Sekda menegaskan bahwa transparansi adalah keharusan mutlak karena dana yang dikelola merupakan sumbangan dari masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Seluruh rangkaian penggalangan donasi publik, baik berupa uang tunai maupun barang, ditetapkan akan resmi ditutup pada Jumat, 28 Agustus 2026.
“Karena ini adalah anggaran publik, kami wajib menginformasikannya secara transparan. Seluruh aksi penggalangan donasi, baik berupa uang maupun barang, akan resmi kami tutup pada 28 Agustus,” tegasnya
Mengenai mekanisme penyaluran, dana donasi publik memiliki skema berbeda dari APBD, dana donasi diprioritaskan khusus untuk membantu warga asal Sumba yang berdomisili di kawasan terdampak.
Penyaluran donasi uang tunai tersebut dilakukan secara langsung melalui jaringan paguyuban warga Sumba yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores.
Sementara untuk bantuan donasi berupa barang, Pemkab SBD berkoordinasi erat dengan BNPB dan BPBD Provinsi NTT guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran melalui satu titik kontrol Satgas Bencana.
Menutup keterangannya, Sekda menyampaikan rasa empati mendalam serta menegaskan bahwa duka warga Flores merupakan duka seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur yang harus ditanggung bersama melalui aksi nyata.
”Duka saudara-saudara kita di Flores adalah bagian dari keprihatinan kita bersama seluruh warga Nusa Tenggara Timur. Kami berharap masa tanggap darurat ini dapat tertangani dengan cepat dan proses pemulihan bisa segera terwujud,” pungkasnya.***

