NTTKreatif.com, Larantuka – Panitia Pelaksana Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV 2026 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), secara tegas menolak keputusan PSSI NTT yang menunda pelaksanaan turnamen tersebut.
Penolakan itu disampaikan melalui surat resmi Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026 Nomor 28/PanPel ETMC XXXV/X/2026 yang ditujukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Provinsi NTT. Jumat (23/20/2026).
Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026 yang juga Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran.
Dalam surat itu, panitia menilai keputusan penundaan yang disampaikan PSSI NTT melalui surat Nomor 47/PSSI-NTT/X/2026 tertanggal 22 Oktober 2026 tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Pasalnya, alasan penundaan yang dikaitkan dengan perubahan regulasi dinilai belum dapat dipertanggungjawabkan karena regulasi baru yang dimaksud belum diterbitkan.
“Alasan penundaan yang digunakan karena adanya perubahan regulasi, sementara regulasi dimaksud belum ada dan tidak diketahui kapan regulasi baru itu terbit dan diberlakukan,” demikian bunyi surat penolakan panitia.
Menurut panitia, keputusan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi penyelenggara maupun klub peserta yang telah mengalokasikan anggaran untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen.
Sebagai solusi, Panitia Pelaksana ETMC XXXV 2026 mengusulkan agar turnamen tetap diselenggarakan sesuai jadwal dengan menggunakan regulasi yang berlaku sebelumnya.
Sementara itu, penentuan tim juara yang akan mewakili NTT pada kompetisi tingkat nasional dapat disesuaikan dengan regulasi terbaru setelah diterbitkan.
Panitia berpandangan, langkah tersebut dapat menjadi jalan tengah agar pelaksanaan turnamen tetap berjalan tanpa mengabaikan ketentuan kompetisi di tingkat nasional.
Selain mempersoalkan dasar regulasi, panitia juga menyayangkan keputusan penundaan yang dinilai dilakukan secara sepihak tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur selaku tuan rumah.
Padahal, menurut panitia, berbagai persiapan penyelenggaraan turnamen telah dilakukan sejak Juli 2026.
Persiapan tersebut juga telah menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sumbangan pihak ketiga, serta kontribusi masyarakat.
“Menolak dengan tegas penundaan pelaksanaan ETMC XXXV 2026 di Flores Timur karena dilakukan secara sepihak tanpa melalui konfirmasi dengan pihak Pemerintah Daerah Flores Timur sebagai pihak yang ditunjuk menjadi penyelenggara,” tulis panitia dalam surat tersebut.
Panitia menegaskan bahwa seluruh anggaran yang telah digunakan dalam proses persiapan harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel kepada publik.
Tidak hanya menyampaikan penolakan, panitia juga menyatakan akan meminta penggantian seluruh biaya persiapan kepada PSSI Provinsi NTT apabila keputusan penundaan tetap diberlakukan.
Panitia menyebut akan menghitung seluruh komponen pembiayaan yang telah dikeluarkan, termasuk penggunaan dana dari pihak ketiga dan masyarakat.
“Jika penundaan ini tetap dilaksanakan maka Panitia Pelaksana akan melakukan perhitungan dan meminta ganti rugi terhadap seluruh komponen pembiayaan yang sudah dikeluarkan oleh Panitia,” demikian salah satu poin dalam surat tersebut.
Panitia juga meminta PSSI NTT mengembalikan dana yang telah digunakan untuk persiapan penyelenggaraan turnamen.
Surat penolakan tersebut turut ditembuskan kepada sejumlah pihak, antara lain Gubernur NTT, Ketua Umum PSSI, Ketua DPRD NTT, Kapolda NTT, Bupati Flores Timur, Ketua Umum KONI NTT, Ketua DPRD Flores Timur, Kapolres Flores Timur, serta seluruh tim peserta ETMC XXXV yang telah mendaftar.
Sikap resmi panitia ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara penyelenggara daerah dan PSSI NTT terkait perubahan jadwal pelaksanaan turnamen sepak bola tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan PSSI NTT yang disertakan terkait keberatan panitia maupun permintaan penggantian biaya persiapan apabila turnamen tetap ditunda.***(Ell).

