Untuk memenuhi kebutuhan gizi pada anak ucapnya lagi, susu kedelai dan daun kelor juga bisa dikonsumsi oleh anak-anak.
“Buatlah susu kedelai tidak usah dikasi gula. Tidak harus beli susu dari tokoh. Untuk anak-anak harus dikasi daun kelor, caranya di rebus dan campur dengan bubur anak-anak,” katanya.
Bahkan dirinya menyebut sasaran BKKBN yang paling rentan yang perluh dibekali agar tidak melahirkan anak dalam kondisi stunting.
“Sasaran yang dapat dicegah agar tidak melahirkan anak yang stunting itu, remaja putri, ibu hamil, ibu melahirkan, ibu pendamping keluarga. Itu yang utama menjadi sasaran BKKBN,” ungkapnya.
Namun begitu, perwakilan BKKBN provinsi dr. Watik dalam materinya, juga mengajak masyarakat kecamatan Wewewa Selatan agar ibu hamil tetap melakukan pemeriksaan kesehatan kandungan ke insentif kesehatan.
Selain itu, ibu hamil harus mengatur jarak anak lahir. Hal itu dapat membantu mencegah anak stunting.
“Bapak mama juga harus periksa kesehatan anak dalam kandungan paling sedikit 6 kali ke posyandu. Harus mengatur jarak anak lahir, minimal 3 tahun,” ungkapnya.
|

Tinggalkan Balasan