Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku memesan kamar menggunakan identitas berupa fotokopi SIM atas nama Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja.

Setelah dilakukan pengecekan, terduga pelaku merupakan anggota aktif Polri yang berdinas di Polda NTT.

">

“Karena ini merupakan anggota Polri, kami melaporkan kasus ini ke Bidang Propam Polda NTT pada 15 Februari 2025 dan meneruskannya ke Kapolda NTT,” tambahnya.

Pada 20 Februari 2025, lanjut Kombes Pol Patar, Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja dipanggil untuk diinterogasi oleh Propam Polda NTT, sebelum akhirnya diserahkan ke Mabes Polri pada 24 Februari 2025 atas perintah Kabid Propam Polda NTT.

Dalam interogasi yang dilakukan pada 19 Februari 2025, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja mengakui perbuatannya sebagaimana tertera dalam surat dari Mabes Polri.

Pada 3 Maret 2025, Dirkrimum berujar, Polda NTT membuat laporan polisi model A dan menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan pada 4 Maret 2025 dengan menetapkan Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja sebagai tersangka.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 6 huruf c dan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” ungkapnya. 

Setelah resmi menjadi tersangka, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja langsung ditahan di Bareskrim Polri.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625