“Kepala sekolah dan guru harus membantu siswa memahami minat, bakat, dan kemampuan mereka sejak dini. Membantu siswa mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.
Dalam pertemuan ini, Gubernur Melki Laka Lena juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan serta pembinaan terhadap siswa berdasarkan minat, bakat, potensi yang dimiliki masing-masing anak.
“Kepala sekolah dan guru harus membantu siswa menentukan pilihan terbaik setelah lulus SMA/SMK. Jika ada anak yang punya potensi di bidang tertentu, panggil orang tuanya untuk duduk bersama dan sampaikan agar anak itu bisa ambil jurusan sesuai bakat, minat, dan potensi dirinya,” tuturnya.
Gubernur menegaskan bahwa potensi anak-anak NTT untuk lolos seleksi perguruan tinggi dan sekolah kedinasan sangat besar. Namun, hal tersebut memerlukan persiapan yang serius dan pendampingan yang berjenjang.
“Melalui kesempatan ini, kami mengajak semua Kepala Sekolah da Guru untuk mempersiapkan dengan baik para siswa/i di SMA, SMK, untuk masuk ke sekolah kedinasan, masuk TNI/Polri dan perguruan tinggi terbaik baik kampus negeri dan swasta yang ada di dalam maupun diluar negeri.” Jelas Melki Laka Lena.
Selain itu, Gubernur NTT juga berpesan kepada siswa/I yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk mencintai potensi daerah, seperti di bidang Pariwisata, Pertanian, dan Peternakan.
“Anak-anak SMA dan SMK yang nantinya akan masuk ke perguruan tinggi harus mencintai potensi yang dimiliki daerah ini, misalnya potensi di bidang pariwisata, pertanian dan peternakan. Harus ada anak-anak yang mengembang bidang-bidang ini,” tutupnya.
Di hadapan para Kepala Sekolah dan Guru, Gubernur NTT juga mengumumkan bahwa lembaga pendidikan tingkat SMA/MA, SMK, dan SLB di Kabupaten Sumba Barat mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp3.452.694.600 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dana ini sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi dalam memperkuat infrastruktur pendidikan dan mendukung pengembangan kualitas tenaga pengajar dan peserta didik.***
|

