NTTKreatif, WAIKABUBAK – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiadez Laka Lena melakukan kunjungan kerja perdana di Kabupaten Sumba Barat, untuk pelaksanaan tatap Muka dan Silaturahmi para Kepala SMA/MA, SMK, dan SLB serta Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Korwas Dikmen) se-Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya, di SMA Negeri 1 Waikabubak, pada Minggu (6/4/2025) kemarin.
Setibanya di SMA Negeri 1 Waikabubak, Gubernur NTT disambut langsung oleh Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, Sekda Sumba Barat, Yeremia Ndapadoda, unsur Forkopimda serta jajaran Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumba Barat.
Turut hadir mendampingi Gubernur NTT, yakni Anggota Komisi XIII DPR RI, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, Anggota DPRD Provinsi NTT, Antonius Damianus Mahemba, Odylia Selati Kabba, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, Plt. Kadis PUPR Provinsi NTT, Banyamin Nahak, serta Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda.
Dalam tatap muka dan silaturahmi bersama para Kepala SMA/MA, SMK, dan SLB serta Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Korwas Dikmen) di halaman SMA Negeri 1 Waikabubak, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sumba Barat dalam pertemuan tersebut, diantaranya masalah kekurangan daya tampung di SMA.
Menurut Wakil Bupati Thimo Ragga, salah satu strategi yang bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan daya tampung di SMA dengan menambah jumlah sekolah negeri. Pasalnya, jumlah SMA Negeri lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah murid yang ingin mendaftar di SMA, sehingga tak bisa menampung pendaftar.
Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, pada kesempatan tersebut juga meminta dukungan Gubernur NTT agar siswa/i di pulau Sumba dapat memperoleh kesempatan yang besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada sekolah-sekolah kedinasan, maupun masuk TNI/Polri.
Gubernur NTT pun merespon baik masukan, usulan dan aspirasi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sumba Barat, terkait kekurangan jumlah SMA di pulau Sumba.
Melki Laka Lena menuturkan, kekurangan daya tampung adalah masalah mendasar yang kerap terjadi dalam penerimaan murid baru di sekolah dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, sebagai solusi jangka pendek sekolah-sekolah yang punya keterbatasan karena kondisi ruang kelas yang kurang, bisa mensiasati dengan membuka Sekolah Satu Atap untuk menampung siswa.
“Kalau itu persoalan tidak ada ruang kelas dan kita belum bisa membuat dengan cepat ruang kelas itu, kita bisa siasatin dengan yang namanya sekolah satu atap. Ini ide bukan dari saya, ini ide dari Pak Menteri, Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti, waktu saya bertemu beliau beberapa waktu lalu,” ucap Melki.
Terkait dukungan pemerintah provinsi NTT agar siswa/i di pulau Sumba dapat memperoleh kesempatan yang besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada sekolah-sekolah kedinasan, maupun masuk TNI/Polri, Gubernur NTT mengajak kepala sekolah dan guru untuk mendorong siswa masuk kampus negeri.
“Kepala sekolah dan guru harus membantu siswa memahami minat, bakat, dan kemampuan mereka sejak dini. Membantu siswa mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.
Dalam pertemuan ini, Gubernur Melki Laka Lena juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan serta pembinaan terhadap siswa berdasarkan minat, bakat, potensi yang dimiliki masing-masing anak.
“Kepala sekolah dan guru harus membantu siswa menentukan pilihan terbaik setelah lulus SMA/SMK. Jika ada anak yang punya potensi di bidang tertentu, panggil orang tuanya untuk duduk bersama dan sampaikan agar anak itu bisa ambil jurusan sesuai bakat, minat, dan potensi dirinya,” tuturnya.
Gubernur menegaskan bahwa potensi anak-anak NTT untuk lolos seleksi perguruan tinggi dan sekolah kedinasan sangat besar. Namun, hal tersebut memerlukan persiapan yang serius dan pendampingan yang berjenjang.
“Melalui kesempatan ini, kami mengajak semua Kepala Sekolah da Guru untuk mempersiapkan dengan baik para siswa/i di SMA, SMK, untuk masuk ke sekolah kedinasan, masuk TNI/Polri dan perguruan tinggi terbaik baik kampus negeri dan swasta yang ada di dalam maupun diluar negeri.” Jelas Melki Laka Lena.
Selain itu, Gubernur NTT juga berpesan kepada siswa/I yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk mencintai potensi daerah, seperti di bidang Pariwisata, Pertanian, dan Peternakan.
“Anak-anak SMA dan SMK yang nantinya akan masuk ke perguruan tinggi harus mencintai potensi yang dimiliki daerah ini, misalnya potensi di bidang pariwisata, pertanian dan peternakan. Harus ada anak-anak yang mengembang bidang-bidang ini,” tutupnya.
Di hadapan para Kepala Sekolah dan Guru, Gubernur NTT juga mengumumkan bahwa lembaga pendidikan tingkat SMA/MA, SMK, dan SLB di Kabupaten Sumba Barat mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp3.452.694.600 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dana ini sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi dalam memperkuat infrastruktur pendidikan dan mendukung pengembangan kualitas tenaga pengajar dan peserta didik.***
|


