“Waktu saya tanya Jovin dalam mobil, Jovin mengaku bahwa Tinus yang suruh bunuh korban dengan di iming-imingi uang tiga ratus ribu. Menurut Jovin, kata Ferdius, dia (Tinus) sakit hati karena korban tagih utang babi terus, sehingga menyuruh Jovin menghabisi korban,” ungkap Ferdius.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa motif pembunuhan tersebut karena pelaku ingin mengambil Handphone korban. Namun, keluarga menilai motifnya bukan karena pelaku ingin mengambil Handphone milik korban. Padahal menurut keluarga korban, HP dan uang sebesar Rp283.000 miliki korban tidak diambil oleh pelaku.
“Kalau memang pelaku ingin mau ambil HP milik korban, kenapa HP dan uang 283 ribu milik korban, pelaku tidak ambil setelah korban dibunuh,” tutur Ferdius.
Keluarga korban menduga bahwa kasus pembunuhan tersebut merupakan pembunuhan berencana yang direncanakan oleh Tinus karena sakit hati ditagih uang harga babi milik korban.
Ferdius menyebutkan, bahwa Jovin mengaku disuruh oleh Tinus untuk menghabisi korban dua minggu sebelum tragedi berdarah itu terjadi.
“Jovin mengaku di saya, bahwa dia disuruh oleh Tinus dua minggu sebelum korban dibunuh. Saya masih sempat marah sama Jovin dalam mobil Inafis, jangan sebut nama orang lain, kalau bukan Tinus yang suruh, jangan bilang dia yang suruh. Namun, kata Ferdius, Jovin tetap bersikukuh bahwa Tinus yang suruh untuk membunuh korban karena Tinus sakit hati ditagih terus utang (uang harga babi). Bahkan Jovin mengaku, bahwa bukan dia yang menelanjangi korban setelah terbunuh. Sehingga kami menduga kasus ini merupakan kasus pembunuhan berencana,” tutur Ferdius.
Ferdius menuturkan, Tinus yang sempat di tahan oleh polisi yang disebut-sebut Jovin, kini ia dibebaskan oleh polisi. Sehingga keluarga korban merasa kecewa lantaran Jovin sudah mengaku dihadapan keluarga korban bahwa ia disuruh oleh Tinus untuk menghabisi korban.
“Keluarga bilang ke saya, Tinus yang sempat ditahan sudah diantar pulang oleh polisi. Jadi, saya bilang di keluarga, Tinus masih tetap di tahanan polisi. Karena Jovin sudah mengaku langsung di saya, bahwa Tinus yang suruh Jovin membunuh korban. Jovin mengaku bukan saya dengar lewat orang lain atau dari polisi, tapi saya dengar langsung dari mulutnya Jovin saya bilang begitu di keluarga,” imbuh Ferdius.
Ferdius selaku penanggung jawab korban berharap, kepolisian bekerja secara transparan untuk memastikan seluruh pelaku pembunuhan bertanggung jawab atas perbuatannya.***
|
