“Saya kasi waktu dua hari, semua tumpukan pasir laut ini segera diratakan kembali, silahkan beli saja pasir kali yang sesuai dengan regulasi. Kami desak pihak hotel supaya tidak ada kecemburuan di tengah masyarakat, kasian masyarakat di sini,” tutur Charles Tenabolo dihadapan I Nyoman Sudiasa selaku Manager Project Hotel Sanubari.
Menurut Charles, eksploitasi pasir laut yang terus berlangsung dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya tersebut.
Dalam kesempatan itu juga, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumba Barat, Kristianto Rina Putra Dahamoni menyampaikan, bahwa kedatangan mereka di Hotel itu, bukan untuk mencari kesalahannya pihak hotel. Namun, sebegai representasi rakyat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Kami datang di sini bukan untuk mencari kesalahannya pihak hotel, karena ada keluhan masyarakat makanya kami turun. Sehingga keluhan masyarakat itu kami harus tindak lanjuti, kalau kami tidak turun seolah-olah ada pembiaran terkait penggunaan pasir laut yang selama bebas digunakan. Meskipun di lokasi hotel, pasir laut punya aturan, punya izin Ketika menggunakannya. Kami mendesak pihak hotel untuk tidak lagi gunakan pasir yang ada di sekitar hotel,” ujar Kriatian Dahamoni.
Sementara itu, Manager Project Hotel Sanubari, I Nyoman Sudiasa menyampaikan permohonan maaf karena menggunakan pasir di sekitar hotel untuk membangun Villa
Menurut Nyoman, bahwa tumpukan pasir yang terlihat di sekitar hotel itu merupakan hasil galian bangunan basemen hotel. Pihaknya pun siap untuk meratakan kembali tumpukan basemen pasir yang rencananya akan digunakan sebagai bahan material dalam pembanguna hotel tersebut.
“Kami mohon maaf, kami siap untuk meratakan kembali tumpukan basemen pasir seperti himbauan oleh Ketua DPRD. Saya janji tidak akan gunakan lagi basemen pasir, kita akan cari pasir kali,” tutur I Nyoman.
Ia membantah terkait tumpukan pasir laut yang sedang viral di media sosial faceboock beberapa hari lalu. Menurut Nyoman, tumpukan pasir itu merupakan hasil galian bangunan basemen yang sedang dikerjakan dengan kedalaman sekitar tujuh meter.
“Kami mau meluruskan, semoga tidak miskomunikasi bahwa tumpukan pasir seperti yang ada itu bukan pasir dari laut, tapi itu hasil galian basemen bangunan yang digali dengan kedalaman sekitar 7 meter,” kata Nyoman.
Nyoman Sudiasa juga mengakui, kalau selama membangun hotel Sanubari tersebut menggunakan pasir di sekitar hotel dan tidak pernah mendatangkan pasir dari tempat lain.
“Kita tidak ada menggunakan pasir dari tempat lain, kita menggunakan pasir di sini,” tutupnya.
|


