NTTKreatif, TAMBOLAKA – Publik Sumba Barat Daya (SBD) belakangan ini dikejutkan dengan adanya informasi soal kasus dugaan kawin paksa yang mendera warga Kelurahan Weetabula, Jesika Novanti Geli (18 tahun).

Dugaan kawin paksa ini sendiri pertama kali disampaikan oleh salah satu akun Facebook kepada content creator, SUMBA TV dan dibenarkan oleh Jesika beberapa hari kemudian melalui percakapan telpon di platform tersebut.

">

Sialnya, saat dilakukan penelusuran ternyata kasus dugaan kawin paksa tersebut dibantah keras oleh keluarga Jesika Novanti Geli sendiri.

Dan berikut, NTTKreatif.com merangkum 5 fakta dibalik kasus dugaan kawin paksa yang sempat viral di media sosial tersebut.

1. Terungkap Lewat Konten FB

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, kasus dugaan kawin paksa ini terungkap dalam konten milik content creator, SUMBA TV di platform media sosial Facebook.

Dalam percakapannya, Jesika menyebut kalau dirinya dipaksa oleh keluarganya sendiri untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal sebelumnya.

Selain tidak mengenal, Jesika pun secara vulgar menyebut kalau pria tersebut sudah berumur sehingga ia memanggilnya dengan sebutan ‘opa’.

Dalam prosesnya, kata Jesika dirinya disebut menolak keras adanya urusan adat itu.

Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa sehingga menerima prosesi adat mulai dari buka surat hingga peminangan.

Anehnya, narasi kawin paksa itu pun terus didengungkan setelahnya hingga menjadi viral dan menjadi konsumsi publik apalagi narasi yang dibangun mengandung unsur fitnah dengan menyebut sang calon suami sudah berumur 50 tahun.

2. Keluarga Bantah

Mendapati informasi itu, keluarga Jesika kaget bukan kepalang termasuk sang ayah Yulius Adi Papa dan istrinya, Magdalena Ina Kii.

Pasalnya, urusan adat yang digelar tanggal 11 November 2024 lalu itu menurut mereka dilakukan tanpa ada paksaan sedikit pun.

Malah mereka menyebut semua itu dilakukan atas keinginan Jesika Novanti Geli sendiri.

“Kami tidak pernah paksa. Malah kami tanya baik-baik sebelumnya dan dia mengiyakan untuk urusan,” kata ayah Jesika, Yulius Adi Papa.

Malah katanya lagi, usai pulang dari rumah calon suaminya, Jesika sempat mengungkapkan kalau pihak laki-laki sudah menyiapkan segala sesuatu sehingga keluarganya pun juga harus siap menerima kedatangan calon suami bersama keluarga di hari H nanti.

“Dia sempat ke sana sebelum itu. Makanya kami juga siap semuanya dengan baik. Bahkan untuk urusan dekor dan lain sebagainya itu Jesika minta dia yang atur termasuk pakaian dan sendal milik dia dan calonnya. Sekali lagi kami tidak paksa. Saya sendiri dari kecil apa pun yang diminta anak tetap saya ikuti,” terangnya.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625