NTTKreatif.com, WEBAR– Kasus tudingan penggelapan bantuan ternak sapi di Desa Pero, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, berbuntut panjang. Yosep Lede, warga penerima manfaat, balik membongkar borok mantan Kepala Desa Pero, Petrus Adipapa, yang diduga mencoba mengklaim bantuan pemerintah sebagai milik pribadi.

">

Perseteruan ini mencuat setelah Petrus melaporkan Yosep ke Polres Sumba Barat Daya atas tuduhan penipuan dan penggelapan. Namun, tudingan itu justru menjadi bumerang yang membuka tabiat sang mantan kades pasca-lepas jabatan.

Yosep Lede dengan tegas membantah tuduhan Petrus. Ia menjelaskan bahwa sapi yang dipeliharanya sejak 2018 adalah bantuan resmi Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan. Bantuan tersebut merupakan hasil aspirasi anggota DPRD NTT Dapil Sumba, Kristien Samiyati Pati.

“Saat penyerahan tahun 2018, Petrus masih menjabat sebagai kepala desa. Dia sendiri yang menyerahkan di rumahnya dan menegaskan bahwa ini bantuan provinsi hasil perjuangan Ibu Kristien,” ujar Yosep saat ditemui di kediamannya, Sabtu 6 Juni 2026.

Yosep menambahkan, saat itu ada total 10 ekor sapi bantuan aspirasi yang disalurkan dalam dua tahap (2017 dan 2018). Saat penyerahan, tidak ada kesepakatan untuk mengembalikan sapi ke kepala desa.

“Petrus hanya berpesan, jika sapi sudah beranak, anaknya diberikan kepada warga lain yang membutuhkan. Itu saja,” lanjutnya.

Konflik mulai terjadi setelah masa jabatan Petrus sebagai kepala desa berakhir. Petrus mendatangi Yosep untuk meminta kembali sapi tersebut dengan alasan ada kebutuhan mendesak.

Yosep menolak permintaan tersebut karena mencium gelagat buruk. Menurutnya, Petrus sudah melancarkan modus serupa kepada warga penerima manfaat lainnya.