Di sisi lain, Rahmawati (45), salah satu pedagang di Pasar Ramadhan Beru, sudah mulai membuka lapaknya sejak pukul 16.00 WITA dan biasanya tutup sekitar pukul 18.00 WITA. Ia menjelaskan bahwa sebagian dari takjil yang dijual merupakan titipan dari keluarga dan kerabatnya.
“Sekitar 50 persen dari takjil yang saya jual merupakan titipan dari keluarga, sisanya saya buat sendiri dengan modal pribadi,” ungkap Rahmawati.
Sementara itu, es pisang ijo dan bubur kacang hijau menjadi primadona di Pasar Ramadhan Beru. Menurut Syuhada, salah seorang pedagang lainnya, kedua menu ini selalu ludes lebih cepat dibandingkan takjil lainnya.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WITA, beberapa lapak yang berjejer di sekitar masjid mulai ramai oleh warga yang mencari hidangan berbuka puasa. Suasana khas bulan Ramadhan pun terasa semakin hidup di Pasar Ramadhan Beru, dengan semangat kebersamaan dalam menyambut waktu berbuka.*(Mdt)
|
