Dirinya kemudian membeberkan sejumlah pengerjaan yang diduga tidak dikerjakan oleh Kades Walla Ndimu, Jebel semasa menjabat sejak 2021 silam sebagaimana dilaporkan oleh masyarakat dimana kata dia ada beberapa diantaranya masih keliru dan tidak sesuai dengan hasil asistensi anggaran yang dilakukan pihaknya.
Dirinya mencontohkan pada anggaran Lansia yang sebutnya tidak ada dalam APBDes.
Hal yang sama pun terjadi pada mesin rumput yang dalam aduan disebut diadakan pada tahun 2023 dengan total 20 unit untuk 4 dusun namun nyatanya hanya berjumlah 7 buah dengan rincian 3 buah di tahun 2022 dan 4 buah di 2024.
“Traktor, tertuang dalam program tahun anggaran 2022, 2023 dan 2024 tapi kenyataannya tidak ada fisik yang masyarakat rasakan. Namun nyatanya hanya dua unit di tahun 2022. Begitupun dengan BumDes. Dimana anggarannya itu di tahun 2023 dengan total anggaran Rp85 juta bukan Rp82 juta. Sementara untuk meteran itu ada memang di tahun 2023 dan 2024 dengan total 50 unit” katanya.
Kendati keliru dalam memberikan data namun dirinya masih sempat memuji keberanian masyarakat desa Walla Ndimu yang berani menegur kadesnya dengan melaporkan sang kades ke Bupati.
Pasalnya, selama ini dirinya sudah berulang-ulang kali mengingatkan sang kades untuk bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Saya beri apresiasi kepada masyarakat soal ini. Itu berarti masyarakat masih mau agar daerahnya maju,” katanya.
Menariknya, saat dimintai komentarnya dalam forum terkait adanya laporan warga terhadap Kades Jebel, Irban, Lodowaik L Raya menyebut kalau pihaknya memang sudah turun ke Desa Walla Ndimu untuk melakukan pemeriksaan khusus.
Dan saat ini kata dia lagi, pihaknya tengah melakukan penelusuran dokumen sebelum akhirnya melakukan cek fisik.
“Itu prosedur yang ada di inspektorat yang disebut audit. Dan berdasarkan laporan masyarakat juga sudah kami konfirmasi kepada Kades. Hasilnya Kades terbuka mengakui ada yang sudah dia kerjakan ada yang belum,” katanya.
Dirinya menambahkan untuk membuktikan ada penyimpangan atau tidak tentu pihaknya harus menunggu setelah cek fisik selesai digelar.
“Sedangkan teknis kalau perlu kita konfirmasi ke Kades tentu akan kami akan tindaklanjuti lagi,” pungkasnya lagi.
Sementara itu, Kades Jebel mengakui sejumlah pengerjaan di desanya tidak berjalan baik.
Dirinya pun siap untuk menyelesaikan kekurangan tersebut dalam 7 hari ke depan.
“Saya minta maaf kepada masyarakat saya. Bagi saya ini teguran buat saya,” ungkapnya. ***
|
