NTTKreatif, TAMBOLAKA – Masalah stunting, kondisi pertumbuhan terhambat pada anak-anak, telah menjadi fokus utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra mereka dari Komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu.
Meskipun dihadapkan pada tantangan besar, kolaborasi ini tidak berhenti bergerak untuk menangani masalah kesehatan masyarakat ini.
Upaya percepatan penurunan stunting dilaksanakan di Desa Eka Pata, kecamatan Wewewa Tengah, pada Senin, 05 Agustus 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye kesehatan yang juga melibatkan tokoh-tokoh daerah setempat seperti Guru Injil Debora Kandi.
Dalam sambutannya, Debora Kandi menyoroti infrastruktur yang memprihatinkan di Desa Eka Pata, di mana dua fasilitas kesehatan masih kosong tanpa tenaga kesehatan yang mengelola.
Hal ini menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat waktu, terutama bagi anak-anak yang sakit.
Sementara itu, Anggota DPR RI Ratu Wulla Talu menekankan bahwa penanganan stunting tidak hanya mengenai asupan makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan kebersihan lingkungan.
Keterlibatan dirinya dalam mengalokasikan anggaran menjadi kunci untuk memastikan dukungan yang memadai dalam upaya pencegahan stunting.
“Kami tidak tinggal diam dalam menghadapi stunting di SBD. Infrastruktur dan kondisi lingkungan yang sehat adalah bagian integral dari strategi kami,” ungkap Ratu Wulla Talu.
Kolaborasi yang terjalin antara BKKBN, DPR, dan komunitas lokal seperti yang terjadi di Desa Eka Pata adalah contoh konkret bagaimana sinergi antar lembaga dan partisipasi masyarakat dapat mempercepat penurunan angka stunting.
Upaya ini tidak hanya tentang mengedukasi masyarakat tetapi juga memastikan adanya akses yang mudah dan merata terhadap layanan kesehatan yang diperlukan.
Hadir juga saat itu, Anggota DPRD NTT Dominikus Alphawan R. Kaka, perwakilan BKKBN kabupaten Kus Fernandez dan Masyarakat setempat.***
|

Tinggalkan Balasan