LARANTUKA, VICTORYNEWS – Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur belum berhenti erupsi.
Hampir setiap harinya gunung yang berada di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura tersebut terus mengeluarkan lava pijar dan material lainnya dari mulut kawah.
Bahkan laporan Aktivitas Gunung Api dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki per 17 November 2024 pukul 18:00-24:00 WITA Gunung Lewotobi secara visual terlihat jelas hingga kabut 0-I.
Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 500-800 m di atas puncak kawah.
“Teramati guguran dengan jarak luncur 500-1000 m mengarah ke barat. Aliran lava ke arah Timur laut sejauh l.k. 4340 meter dari pusat erupsi. Aliran lava ke arah barat-barat laut sejauh l.k. 3800 meter dari pusat erupsi,” tulis mereka.
Perihal kegempaan, dalam laporan mereka Gunung Lewotobi mengalami guguran sebanyak 4 kali dengan amplitudo : 4.4-14.8 mm dan durasi : 43-99 detik.
Sedangkan hembusan sebanyak 17 kali dengan amplitudo 3.7-7.4 mm dan Durasi : 20-54 detik. Sementara untuk Vulkanik Dalam berjumlah 1 kali dengan Amplitudo : 7.4 mm, S-P : 2 detik, Durasi : 17 detik.
“Tremor Menerus (Microtremor), terekam dengan amplitudo 1.4-5.9 mm (dominan 1.4 mm) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, serta sektoral 9 km pada arah Barat Daya – Barat Laut,” tambah mereka.
Masyarakat juga diminta agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya serta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung,” tambah laporan tersebut. ***
|

Tinggalkan Balasan