Perihal kegempaan, dalam laporan mereka Gunung Lewotobi mengalami guguran sebanyak 4 kali dengan amplitudo : 4.4-14.8 mm dan durasi : 43-99 detik.
Sedangkan hembusan sebanyak 17 kali dengan amplitudo 3.7-7.4 mm dan Durasi : 20-54 detik. Sementara untuk Vulkanik Dalam berjumlah 1 kali dengan Amplitudo : 7.4 mm, S-P : 2 detik, Durasi : 17 detik.
“Tremor Menerus (Microtremor), terekam dengan amplitudo 1.4-5.9 mm (dominan 1.4 mm) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, serta sektoral 9 km pada arah Barat Daya – Barat Laut,” tambah mereka.
Masyarakat juga diminta agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya serta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung,” tambah laporan tersebut. ***
|

Tinggalkan Balasan