“Para pimpinan agama tidak menyalagunakan fungsi rumah ibadah, mimbar agama, keterlibatan politik praksis dan politik identitas yang mengancam kerukuan umat beragama di Kabupaten Sumba Barat Daya ini,” tegas FKUB.

Para pemimpin agama juga tulis FKUB hendaknya bersikap netral terhadap setiap paslon guna tetap memelihara situasi dan keamanan yang rukun, damai dan kondusif diantara umat beragama.

">

“Kami juga mengajak umat beragama terutama tim dan pendukung paslon untuk menghindari penggunaan media sosial guna menghindari berita hoax, berita bohong, provokasi yang mengancam situasi keamanan dan ketertiban serta kerukunan umat beragama selain menghimbau agar pada saat pelaksanaan sosialisasi dan kampanye sedapat mungkin menghindari minuman keras, senjata tajam yang dapat menyebabkan kerawanan dan tindakan kriminal,” tulis mereka lagi dalam surat himbauan tersebut. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625