NTTKreatif, TAMBOLAKA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT tegas mengingatkan para pastor/imam, pendeta dan tokoh agama lainnya di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk tidak terlibat dalam politik praktis di Pilkada SBD.
Penegasan ini tertuang dalam surat himbauan yang dibacakan oleh Ketua KPU SBD, Hyronymus Malelak dalam acara Deklarasi Kampanye Damai, Rabu 25 September 2024 malam tadi di Lapangan Galatama.
Dalam surat yang ditandatangi oleh Ketua FKUB, Pendeta Irene Takandjanji dan Wakil Ketua FKUB, Romo Kamilus tertanggal 4 September 2024 itu, FKUB secara tegas mengingatkan para pimpinan agama untuk tidak menyalahgnakan fungsi rumah ibadah hingga terlibat dalam politik praktis
“Para pimpinan agama tidak menyalagunakan fungsi rumah ibadah, mimbar agama, keterlibatan politik praksis dan politik identitas yang mengancam kerukuan umat beragama di Kabupaten Sumba Barat Daya ini,” tegas FKUB.
Para pemimpin agama juga tulis FKUB hendaknya bersikap netral terhadap setiap paslon guna tetap memelihara situasi dan keamanan yang rukun, damai dan kondusif diantara umat beragama.
“Kami juga mengajak umat beragama terutama tim dan pendukung paslon untuk menghindari penggunaan media sosial guna menghindari berita hoax, berita bohong, provokasi yang mengancam situasi keamanan dan ketertiban serta kerukunan umat beragama selain menghimbau agar pada saat pelaksanaan sosialisasi dan kampanye sedapat mungkin menghindari minuman keras, senjata tajam yang dapat menyebabkan kerawanan dan tindakan kriminal,” tulis mereka lagi dalam surat himbauan tersebut. ***
|

Tinggalkan Balasan