Terlebih lagi pemberhentiannya juga tidak melalui mekanisme yang ada dimana dirinya diberhentikan tanpa ada surat peringatan ataupun memberikan ruang baginya untuk melakukan pembelaan.

Dirinya malah menyoroti keputusan para pembina YAPPI SBD yang kemudian mengangkat Jamaludin Wungo sebagai ketua yang tidak lain adalah anak dari Ketua Pembina sendiri, Soleman Tari Wungo.

“Lalu saya salah apa? Hanya karena pergantian kepala sekolah yang diihat iya bagaimana sedang pergantian itu sudah sesuai dengan hasil pansel. Hasil panselnya ada kok? Toh hasil pansel memungkinkan untuk dilakukan pergantian itu. Alasan itu yang dipakai,” sebutnya geram.

">

Berbuntut Panjang Hingga Munculnya SK Kemenhukam

Ironisnya, saat kasus tersebut masih menggantung tanpa ada penyelesaian yang berarti. Kubu Ketua YAPPI SBD, Jamaludin Wungo muncul dengan membawa SK Kemenhukam untuk mengesahkan dirinya sebagai ketua YAPPI SBD.

Sontak saja, hal tersebut membuat pihak Samsi Pua Golo naik pitam mengingat dirinya juga mengantongi SK yang sama dari Kemenhukam.

Yang berbeda adalah pengurusan SK keduanya ditangani oleh kuasa yang berbeda yang membuat YAPPI SBD kini berada pada persimpangan jalan dengan masing-masing kubu menganggap dirinya adalah pemegang tampuk tertinggi YAPPI SBD.

Tetap Sah

Kendati semat ricuh pada akhirnya, namun Ketua Pembina YAPPI SBD, Soleman Tari Wungo menyebut pengurus YAPPI SBD yang dilantik tetaplah sah.

Soleman Tari Wungo mengatakan pihaknya tetap berpegang teguh pada aturan yang ada.

Terlebih lagi kata dia, Pengurus YAPPI SBD yang baru sudah mengantongi SK dari Kemenhukam.

“Hari ini sudah digelar pengukuhan dan pelantikan organ pembina, pengawas dan pengurus YAPPI sesuai dasar hukum yang ada,” katanya.

Dirinya menambahkan kendati diwarnai dengan perkelahian hal tersebut tidak bisa membatalkan apa yang sudah dilakukan hari ini.

Soleman pun menyatakan kekecewaan atas apa yang sudah terjadi. Baginya, pihaknya tidak anti kritik malah menerima aksi tersebut jika itu dilaksanakan dalam konteks aksi damai.

“Ini bisa merusak persatuan umat tapi semuanya sudah selesai. Pengurus yang sekarang sudah sah. Sehingga saya himbau umat tetap bersatu. Jaga persatuan umat,” katanya.***

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625