NTTKreatif, TAMBOLAKA – Provinsi Nusa Tengara Timur (NTT) masuk nominasi ke 5 dengan indeks kerawanan tertinggi di Indonesia.
Hal ini diungkapkan ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Yeremias Bayoraya Kewuan, dalam konferensi pers di kantor KPU pada kamis 29 Agustus 2024 lalu.
Yeremias menyebut Provinsi NTT ditetapkan masuk dalam nominasi ke 5 dengan indeks kerawanan tertinggi, usai launcing Bawaslu RI dilakukan pada 26 Agustus baru-baru ini.
“Pada tanggal 26 Agustus 2024 Bawaslu RI sempat menyampaikan itu saat Launching. Indeks kerawanan di NTT meningkat dari rawan sedang sampai pada kerawanan tinggi. Dan provinsi NTT masuk nominasi 5 Provinsi dengan indeks kerawanan tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.
Oleh karena itu ungkapnya, Bawaslu SBD dengan sigap menyikapi hal itu.
Terlebih lagi, kata Yeremias tingkat kerawanan tertinggi itu ada pada data pemilih.
Data pemilih yang dimaksudkannya adalah pemilih yang memenuhi syarat namun tidak memiliki KTP EL.
Tidak hanya itu, pemilih potensial yang belum terdaftar dalam DPT juga berpotensi menimbulkan tingkat kekacauan dalam pesta demokrasi 2024 sebutnya.
“Menyikapi hal itu Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Daya, juga menyampaikan pemetaan kerawaan pada pemiluh 2024. Kerawan paling tertinggi itu ada pada data pemilih. Entah dia pemilih petensial tetapi belum masuk dalam DPT kali lalu, pemilih yang terdata memenuhi syarat tetapi tidak memiliki KTP-EL, hal ini juga menjadi rentan,” ungkapnya.
Ia pun menyebut bahwa personil Bawaslu saat ini sedang melakukan pemantauan pada data pemilih.
“Berkaitan dengan data pemilih juga sekarang berproses dan kali lalu dalam penetapan DPS juga kami Bawaslu juga meminta dan mudah-mudahan pada tahapan ini, personil kami sedang berada di lapangan untuk memantau setiap gerak pemilih yang keluar masuk atau ada tambahan dan atau berkurang,” ungkapnya.
“Selain itu, Netralitas ASN, TNI-POLRI Kepala Desa perangkat Desa dan BPD itu masuk tingkat kerawanan yang kedua,” tambahnya.***
|

Tinggalkan Balasan