Mereka langsung menggelar pertemuan bersama para pihak termasuk keluarga Jesika dan sang suami di Kelurahan Weetabula.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pemerintah ingin mendengar langsung keterangan pihak keluarga kedua belah pihak.
Sayang pertemuan itu tidak menghasilkan keputusan apa-apa. Hal tersebut dikarenakan keluarga Jesika Novanti Geli ngotot meminta agar Jesika bisa dipulangkan kembali ke Sumba usai melarikan diri ke Bima setelah sebulan lebih tinggal bersama suaminya.
Hal tersebut pun dibenarkan sejumlah pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Lurah Weetabula, Florianus Nuwa Wea.
Dirinya menyebut kalau keputusan pertemuan saat itu adalah mengupayakan agar Jesika bisa kembali ke Sumba.
“Karena memang secara kasat mata juga kita melihat dari apa yang disampaikan Jessica dan kedua orang tua tidak bisa counter oleh kedua keluarga. Orang tua Jesika dan dari pihak Wedo ini tidak bisa bicara banyak kalau Jesika tidak hadir. Makanya kemarin keputusan, kesepakatan bersama dalam bentuk surat yang ditandatangi oleh kedua bela pihak dan disaksikan oleh lurah, kepala Desan dan yang hadir kemarin termasuk dari sumba TV,” ungkapnya kala itu.
Selain keputusan tersebut, dirinya membenarkan adanya berita acara yang ditandatangani oleh pihak keluarga.
Hal senada pun disampaikan oleh Penata Perlindungan Saksi dan Korban pada DP3AP2KB SBD, Clara Deny Christiana.
“Akan diselesaikan jika Jessica sudah ada di Sumba,” tegasnya, Kamis, 9 Januari lalu.
Bola Panas di Tangan Jesika
Kendati sudah ada keputusan yang demikian namun nyatanya kasus ini bakal berakhir lama.
Pasalnya, kepulangan Jesika hingga kini masih belum jelas mengingat keputusan kepulangan Jesika tersebut ada di tangan Jesika sendiri dan disesuaikan dengan kondisi psikisnya.
“Terkait pemulangan, kami akan berkoordinasi dengan PPA Kabupaten Bima dan kami sudah koordinasi soal itu jadi nanti mereka lihat kondisi Jessica dulu, kalau siap maka mereka akan mengantarnya kembali ke sini,” kata Clara lagi. ***
|
