lebih lanjut, dirinya mengaku kalau keselamatan para siswa yang sedang dirawat tersebut lebih diutamakan pihaknya ketimbang mencari kebenaran kasus tersebut yang dialami oleh sejumlah siswa.

Apalagi kata dia, proses mencari kebenaran atas kasus tersebut sedang dilakukan oleh pihak berwajib dengan cara mengambil sample makan yang nantinya akan diuji dilaboratotium.

">

Sementara untuk hasil uji laborotarium sebutnya, pihaknya belum mengatongi hasilnya hingga saat ini.

Dirinya mengajak, agar menunggu hasil uji laboratorium tersebut.

“Belum tahu kapan keluarnya. Kita tunggu saja seperti apa hasilnya. Yang pasti kemarin setelah kejadian saya sudah minta yang pengurus di dapur amankan sejumlah makanan untuk disisihkan biar memudahkan para pihak mengambil sample nanti,” ungkapnya lebih lanjut.

Kasus dugaan keracunan karena MBG ini sendiri terjadi pada rabu lalu.

Sebagai informasih, dapur SPPG Kota Tambolaka sendiri menjadi dapur yang beroperasi pertama di SBD sejak program MBG tersebut dijalankan.

Dapur SPPG ini melayani sasaran dengan jumlah 3.145 orang dari TK, SD, SMP/SMK termasuk Ibu Hamil, Menyusui dan Bayi dibawa Lima Tahun (Balita).***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625