NTTKreatif.com, Tambolaka – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Barat Daya sudah berjalan beberapa bulan terakhir.

">

 

Prosgressnya pun boleh dibilang luar biasa dengan telah beroperasinya tiga dapur MBG di wilayah tersebut.

 

Namun siapa sangka, dalam perjalanannya, dapur MBG yang sudah ada malah kesulitan mencari bahan baku di masyarakat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

 

Kondisi tersebut pun ditanggapi oleh Kadis Pertanian, Yohanis Frin Tuka dengan menyebut kalau kendala yang dihadapi tersebut adalah imbas dari kondisi petani yang selama ini hanya menanam sayur-sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat dengan jangka Waktu penyimpanan yang tidak lama sementara kebutuhan akan sayur di dapur MBG adalah sayur-sayuran yang tahan lama.

 

“Kalau kangkung, sayur sawi dan lain-lain saya jamin banyak cuma kan dapur MBG butuh sayur yang tahan lama seperti buncis, labu jepang dan wortel sehingga kita dorong itu kalau bisa MBG juga terima yang sayur seperti itu supaya bisa memenuhi kebutuhan mereka. Cuma kembali-kembali mungkin ada standarnya,” kata Kadis Pertanian, Yohanis Frin Tuka kepada wartawan, Rabu, 3 Desember 2025 di ruangannya kemarin.

 

Oleh karenanya, dirinya meminta agar para pemilik dapur untuk segera membangun kemitraan dengan para petani yang ada di sekitaran dapur untuk membantu menyiapkan bahan baku yang diinginkan.

 

“Jalannya iya bangun kemitraan dan itu harus dilakukan oleh Dapur sendiri. Kami Dinas Pertanian tentu mendukung melalui para penyuluh untuk mendampingi para petani,” ungkapnya.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625