Dirinya menambahkan lain pendampingan, pihaknya sedari awal tetap konsisten membantu melalui sejumlah program diantaranya pemberian bibit sayur dan buah-buahan termasuk beras.
“Kita dorong petani untuk bantu karena MBG itu pasarnya sudah jelas. Tidak perlu dicari lagi. Kita tetap support intinya tanaman sesuai dengan kebutuhan MBG,” tegasnya Kembali.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Tana Manda Sumba, Adam Mone kepada wartawan mengungkapkan kalau persoalan terbesar yang dialami pihaknya saat ini adalah bahan baku yang sulit didapatkan di pasaran maupun dari petani ataupun peternak local.
Dirinya mencontohkan bahan baku ayam pedaging atau ayam frozen yang saat ini sangat sulit didapatkan. Padahal dalam sehari dapurnya membutuhkan 200 ekor ayam dengan bobot 2 kg.
“Nah kita butuh ayam dengan berat begitu. Iya minimal 1,8 kg. Kalau di Bawah itu otomatis kami tidak bisa terima. Kalaupun ada yang sesuai iya tapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak bisa memenuhi standar yang ada,” katanya.
Dirinya menambahkan selain ayam, kekurangan bahan baku paling terasa ada pada bahan baku sayur dan buah. Kondisi yang membuat pihaknya harus membelinya dari luar Sumba Barat Daya.
“Kita mau variasi menu tapi sayurnya tidak ada. Yang ada hanya labu jepang, buncis, wortel. Wortel itu pun datang dari luar sumba. Buah juga begitu datang dari luar Sumba. Karena di sini hanya pisang mas, cuma kualitasnya tidak sesuai harapan,” katanya lagi menjelaskan. ***
|
