NTTKreatif.com, Tambolaka – Penyaluran MBG ke 11 sekolah yang menjadi sasaran di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kini diberhentikan sementara.
Hal tersebut dilakukan, dikarenakan program MBG tersebut kini malah menjadi polemik, bahkan sangat menghebohkan publik NTT.
Bagaimana tidak, sebanyak 75 siswa dari tiga sekolah antara lain, SMA Negeri 1 Tambolaka, SMKN 2 Kota Tambolaka dan SMK Don Bosko yang mestinya belajar tenang, malah menderita yang diduga karena keracunan akibat MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut.
pemberhentian penyaluran MBG ini pun disampailan langsung oleh kepala SPPG Kota Tambolaka Cristian Lete Boro, pada Kamis 24 Juli 2025 kemarin.
Menurutnya penyaluran MBG tersebut sudah dilakukan terhitung sejak kamis 24 juli 2025 kemarin.
“Untuk sementara kami hentikan dulu penyaluran makanan ke sekolah terhitung Kamis dan Jumat,” Ungkapnya.
Namun begitu, sebagai bentuk tanggungjawab pihaknya bersedia menanggung segala biaya perawatan yang dibebankan kepada para siswa terdampak.
Hal tersebut dilakukan menurutnya, karena para siswa yang sedang dirawat disejumlah RS tersebut, mengunsumsi makanan yang disiapkan pihaknya.
“Kami dihubungi pihak sekolah dan langsung ke sana untuk mengurus semua. Kami tentu bersyukur karena atas kerjasama yang baik, semua siswa yang terindikasi langsung dibawah ke RS untuk mendapatkan perawatan. Dan tentunya kami siap bertanggung jawab karena apapun alasannya, kasus ini terjadi karena mereka makan makanan yang kita siapkan,” katanya.
lebih lanjut, dirinya mengaku kalau keselamatan para siswa yang sedang dirawat tersebut lebih diutamakan pihaknya ketimbang mencari kebenaran kasus tersebut yang dialami oleh sejumlah siswa.
Apalagi kata dia, proses mencari kebenaran atas kasus tersebut sedang dilakukan oleh pihak berwajib dengan cara mengambil sample makan yang nantinya akan diuji dilaboratotium.
Sementara untuk hasil uji laborotarium sebutnya, pihaknya belum mengatongi hasilnya hingga saat ini.
Dirinya mengajak, agar menunggu hasil uji laboratorium tersebut.
“Belum tahu kapan keluarnya. Kita tunggu saja seperti apa hasilnya. Yang pasti kemarin setelah kejadian saya sudah minta yang pengurus di dapur amankan sejumlah makanan untuk disisihkan biar memudahkan para pihak mengambil sample nanti,” ungkapnya lebih lanjut.
Kasus dugaan keracunan karena MBG ini sendiri terjadi pada rabu lalu.
Sebagai informasih, dapur SPPG Kota Tambolaka sendiri menjadi dapur yang beroperasi pertama di SBD sejak program MBG tersebut dijalankan.
Dapur SPPG ini melayani sasaran dengan jumlah 3.145 orang dari TK, SD, SMP/SMK termasuk Ibu Hamil, Menyusui dan Bayi dibawa Lima Tahun (Balita).***
|
