NTTKreatif, TAMBOLAKA – Kepala Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Blaghar, Marthen Mete sepertinya kehilangan nuraninya.

Bagaimana tidak, saat dirinya diterpa isu penyalagunaan dana desa dan dilaporkan warganya sendiri ke Polres hingga DPRD SBD, dirinya masih terlihat santai tanpa beban.

">

Bahkan dalam kunjungan kerja DPRD SBD bersama Inspektorat dan PMD disaksikan Camat Kodi Blaghar serta masyarakat, wajahnya tak menunjukkan tanda penyesalan sama sekali.

Padahal di forum itu, dirinya secara terang-terangan mengakui kalau ada sejumlah pengerjaan dari anggaran dana desa yang belum ia kerjakan semasa kepemimpinannya.

Mulai dari pengadaan meteran listrik hingga pengerjaan jalan di tahun 2024.

Kondisi tersebut diperparah dengan realitas keadaan kantor desa Panenggo Ede yang jauh dari kata layak seperti kantor desa pada umumnya.

Jendela tanpa penutup, bangunan yang sudah rewot, hingga ketiadaan kursi dan perlengkapan lainnya adalah deretan kondisi miris kantor desa Panenggo Ede.

Itu belum termasuk atapnya sudah berlubang sana sini tanpa ada upaya perbaikan sama sekali bahkan kondisi tersebut membuat sejumlah anggota DPRD SBD tercengang tidak percaya.

Anehnya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kehidupan Kades Panenggo Ede, Marthen Mete yang memiliki sebuah mobil mewah berjenis Vios Limo Gen3.

Mobil mewah tersebut diketahui dibeli bekas oleh sang kades namun diperkirakan dibeli dengan harga diatas Rp100 annya.

Mobil itu sempat ia bawa dan terparkir di halaman kantor desa saat kunker DPRD SBD yang membuat banyak pihak terheran-heran.

Saat dikonfirmasi nttkreatif.com, sejumlah warga pun mengaku kalau mobil tersebut baru dibeli sang kades usai jadi kades namun mereka enggan berspekulasi lebih jauh soal keberadaan mobil tersebut dengan kasus yang mendera Marthen Mete.

“Sesudah jadi kades baru mobil ini ada. Cuma kami tidak tahu itu mobil dibeli dengan uang pribadi atau uang desa,” ungkap salah satu warga.

Dianggap Pembohong

Menariknya dalam kunker di sesi diskusi bersama, warga tanpa sungkan menyebut kades Marthen Mete sebagai pembohong besar.

Pasalnya, apa yang disampaikan Kades Marthen Mete saat ditanya Inspektorat dianggap tidak benar.

Mereka pun meminta agar sang Kades bisa segera diproses alih-alih diaudit.

“Dia pembohong. Tangkap saja sekarang. Semua yang dia sampaikan itu tidak benar,” ungkap salah satu warga, Frans Pati. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625