Tapi benarkah demikian? Tergantung melihat dari sudut yang mana. Toh selama ini banyak anak NTT yang hebat dan berhasil.

Kurangnya anak NTT ada pada jaringan kalau kita jeli menelisiknya lebih jauh.

">

Iya apapun kita, harus diakui kecerdasan dan kepintaran tidak lantas buat kita sukses. Butuh sentuhan jaringan atau lebih banyak orang menyebutnya orang dalam.

Keberadaan orang dalam bukan semata memberikan kenyamanan semata tapi lebih dari memberikan kita jaminan mendapat tempat yang istimewa.

Kendati praktik itu dinilai banyak pihak buruk namun nyatanya hal tersebut masih berlaku hingga kini.

Tidak percaya? Tanyakan saja kepada mereka yang masih ngagur. Banyak dari mereka akan memberikan alasan demikian.

Dan itu fakta. Lantas bagaimana kita menghilangkan praktik buruk semacam itu? Argh susah kalau itu masih mendara daging dan jadi kebiasaan yang dibenarkan.

Semoga fakta Calon Taruna Akpol menjadi pelajaran buat kita untuk terus memperbaiki diri lebih baik agar Nusa Tempat Titip tidak jadi kebenaran.***

 

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625