Kapolres Sumba Barat juga berkomitmen menuntaskan kasus tersebut.

“Hari ini proses pemanggilan saksi, kami tetap komitmen tuntaskan kasus ini,” kata dia.

">

Kronologi Kejadian

Kasus ini bermula ketika pelaku masuk ruang IGD yang menanyakan sekuriti rumah sakit, lalu dijawab oleh salah satu petugas (perawat) yang sedang membantu dokter di ruang IGD, dengan mengatakan bahwa sekuriti tidak ada. Dari jawaban petugas tersebut, pelaku pengrusakan dan penganiayaan menjadi marah hingga mengeluarkan kata-kata makian terhadap petugas saat itu.

Saat ditemui media ini, Nikson Parengu yang menjadi korban penganiayaan dalam kasus ini menjelaskan kronologi kejadian.

“Awalnya pelaku masuk di ruangan menanyakan sekuriti rumah sakit lalu saya jawab sekuritinya tidak ada. Karena pada waktu itu saya tidak lihat sekuriti, sehingga saya jawab tidak ada,” kata Nikson

Lebih lanjut Nikson, karena pelaku tanya terus sekuriti, Nikson pun kembali menjawab dengan mengatakan kalau tidak ada di sini kemungkinan sekuritinya ada di belakang. Dari jawaban inilah yang membuat pelaku marah-marah hingga keluarkan kata-kata cacian terhadap petugas.

“Waktu itu saya sementara bantu dokter yang sedang tangani pasien yang gawat, karena pelaku tanya terus sekuriti, jadi saya jawab kalau tidak ada di sini kemungkinan sekuriti dibelakang. Pelaku langsung marah-marah hingga keluarkan kata-kata cacian. Saya bilang ke dia, kalau saya salah saya minta maaf,” ungkap Nikson.

Bukan hanya itu, pelaku pun melemparkan botol aqua di muka petugas hingga keluarga pasien yang sedang ditangani dokter saat itu, menarik pelaku untuk keluar dari ruangan IGD.

“Keluarga pasien yang ditangani dokter waktu itu, juga minta tolong ke pelaku untuk diam, namun pelaku melemparkan botol aqua ke arah muka saya sehingga saya silih. Keluarga pasien langsung bawa pelaku di luar. Beberapa menit kemudian, pelaku kembali masuk di ruang IGD dengan membawa batu putih dan melempar kepala saya, kepala saya luka empat jahitan,” tuturnya.

Selain itu, Lidia Linda Bili juga menjadi korban pelemparan pelaku. Lidia mengalami luka dibagian jari setelah menangkis lemparan batu yang kedua yang mengarah ke muka Nikson. Dari tangkisannya itu, batu dari lemparan pelaku mengenai kaca di ruang tindakan bedah menjadi pecah.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625