NTTKreatif, WAIKABUBAK – Yohanis Dade, SH atau yang akrab disapa Jhon Dade, kembali menjabat sebagai Bupati Sumba Barat periode 2025-2030 bersama wakilnya Thimotius Tede Ragga, S.Sos. Keduanya dilantik bersamaan dengan ratusan kepala daerah terpilih pada Pilkada serentak tahun 2024 lalu.

Pelantikan dilakukan langsung oleh kepala negara, Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025) yang lalu di IstanaNegara. Pada periode kedua, Yohanis Dade berupaya melanjutkan program yang telah dimulai di periode pertama terutama sektor pelayanan dasar.

">

Sosok Yohanis Dade lahir pada tanggal 25 Desember 1960 (64 tahun) dari pasangan suami istri. Ayah bernama Tagu Dade seorang politikus, dan ibu bernama Helena Tamo Ina Pandang.

Ia menikah dengan Martha Bili Lalo dan dikaruniai tiga orang anak, yakni dr. Amanda Bela Dade alias Mendy Dade, Anggia Radi Dade, S.Akt, dan Ashera Soli Dade.

Ia menempuh pendidikan di SD Inpres Bali Kalebu, Kota Waikabubak pada tahun 1968–1974, SMP Kristen Waikabubak pada tahun 1974–1977, dan SMA Kristen Bantuan Kupang pada 1978–1981. Kemudian Yohanis Dade melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang pada tahun 1981 hingga tamat pada tahun 1988 dengan gelar Sarjana Hukum (SH).

Dalam dunia birokrasi, seperti dilansir dari Wikipedia, Yohanis Dade memulai kariernya di Kabupaten Ende dengan jabatan sebagai Kepala Seksi Pendaftaran dan Seleksi Kantor Departemen Transmigrasi Kabupaten Ende (1994–1999).

Pernah menjabat sebagai Kasubag Persuratan Kanwil Departemen Transmigrasi Provinsi NTT tahun 1999. Kemudian pada tahun 1999 – 2001 dipercaya sebagai Kepala Seksi Pendaftaran dan Seleksi Kanwil Departemen Transmigrasi Provinsi NTT. Ia juga dipercaya sebagai Kepala Seksi Partisipasi dan Kerja Sama Kelembagaan Kanwil Departemen Transmigrasi Provinsi NTT tahun 2001–2002. Selanjutnya, dipercaya sebagai Kepala Seksi Peningkatan Sarana Penunjang Kanwil Departemen Transmigrasi Provinsi NTT tahun 2002–2003.

Pada tahun 2003, Yohanis Dade ditugaskan di tanah kelahirannya di pulau Sumba dengan jabatan sebagai Kepala Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Barat hingga tahun 2005.

Selanjutnya, menjabat sebagai Kepala Kantor Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal Kabupaten Sumba Barat tahun 2005–2008. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumba Barat tahun 2008–2010. Kemudian menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Barat tahun 2010–2014. Dan yang terakhir sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat tahun 2014–2015.

Pada tahun 2015, Yohanis Dade mengikuti kontestasi politik periode 2015-2020. Ia maju sebagai calon Bupati dan berpasangan dengan Dominikis Dappa. Namun, perjuangan kala itu tidak membuahkan hasil karena gagal mendulang suara terbanyak.

Pada tahun 2020 silam, ia kembali maju sebagai calon bupati untuk periode 2021-2024 dan berpasangan dengan Jhon Lado Bora Kabba sebagai wakilnya. Pertarungan itu pun berpihak kepada mereka dengan memperoleh suara terbanyak, sehingga keduanya keluar sebagai pemenang.

Di era kepemimpinannya, selama empat tahun pada periode pertama 2021-2024, berbagai terobosan telah dilakukan Bupati Yohanis Dade bersama wakilnya Jhon Lado Bora Kabba, untuk Kabupaten Sumba Barat yang mencakup 6 kecamatan dan membawahi 63 desa serta 11 kelurahan.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Bupati Yohanis Dade mampu mengeluarkan Kota Waikabubak dari kota terkotor di Indonesia saat itu, menjadi kota BERSERI (Bersih, sehat, rapi, dan indah).

Langkahnya ini tentu sangat berani, terlebih awal menjabat bertepatan dengan pandemi Covid-19 yang berdampak pada banyak sektor, termasuk ekonomi.

Meskipun begitu, selama tiga tahun memimpin, Bupati Yohanis Dade mampu membawa perubahan untuk kemajuan daerah dengan dibuktikan berbagai prestasi yang diraih Kabupaten Sumba Barat di segala bidang, diantaranya :
1. Tahun 2023 mendapat penghargaan dari Wakil Presiden Republik Indonesia terkait upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Angka kemiskinan Ekstrem tahun 2021 sebesar 13,73% turun pada tahun 2022 menjadi 11,75% dan turun lagi pada tahun 2023 menjadi 9,13%;

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625