Pasalnya, Emiliana Yohanes ungkapnya dikenal pribadi yang baik dan ramah terhadap semua orang.
Terlebih lagi, Emiliana Yohanes sebut Ferdius baru tinggal di Lingu Lango setahun lebih.
“Beliau orangnya sangat baik. Ramah sekali bahkan setiap hajatan selalu ikut bergabung. Kalau di Lingu Lango, kaka ipar saya baru setahun lebih tinggal di sini,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan kaka Iparnya datang usai dirinya berkenalan dengan kaka iparnya Barnabas Bora Gudhi di media sosial Facebook.
Dari perkenalan itu, Emiliana Yohanes kemudian memutuskan tinggal bersama kaka iparnya di Lingu Lango.
“Kaka saya kebetulan duda dan kaka Emiliana janda jadi keduanya klop. Apalagi kaka Emiliana itu jiwa kerjanya tinggi sekali. Jadi kami keluarga senang dengan dia,” katanya.
Dirinya bersama keluarga disebut menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Polres Sumba Barat.
“Kami serahkan ke pihak Polres Sumba Barat. Kalau memang kaka ipar saya meninggal karena dibunuh maka kami minta pelakunya segera ditangkap karena memang saat ditemukan pertama kali itu, tubuh kaka ipar saya ada luka cuma kami tidak bisa bicara banyak. Kami serahkan ke Polres saja,” katanya.
Hingga kini kasus tersebut masih dalam pendalaman pihak Polres Sumba Barat.
Belum ada pernyataan resmi dari institusi tersebut namun dari laman resmi Polres Sumba Barat disebutkan terdapat sejumlah luka di tubuh korban tanpa ada tanda-tanda kekerasan seksual.***
|
