NTTKreatif, WAIKABUBAK – Kasus kematian yang dialami oleh Emiliana Yohanes pada Jumat, 24 Januari 2025 lalu
di kebun kosong di Kalibu Kei, Desa Lingu Lango, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat meninggalkan luka yang mendalam buat keluarga yang ia tinggalkan.
Bagaimana tidak, perempuan berusia 52 tahun itu diketahui baru berada di Pulau Sumba baru sekitar 1,5 tahun.
Dirinya diketahui adalah warga Lembata, namun berdomisili di Kabupaten Sikka berdasarkan KTP yang ia kantongi.
Sebelum ditemukan meninggal dengan kondisi tubuh mengenaskan, Emilliana Yohanes dikabarkan menghilang pada Kamis.
Saat ditemukan di tubuh korban ditemukan luka-luka, pakaian korban asal Kabupaten Lembata itu juga ditemukan berserangan di sekitar TKP.
Diduga kuat wanita berusia 52 itu dibunuh usai menagih hutang di dusun Molina.
Kepada wartawan, Sabtu pekan lalu, perwakilan keluarga sekaligus Kades Lingu Lango, Ferdius Umbu Kenda mengakui kalau keluarga sangat kehilangan Emiliana Yohanes.
Pasalnya, Emiliana Yohanes ungkapnya dikenal pribadi yang baik dan ramah terhadap semua orang.
Terlebih lagi, Emiliana Yohanes sebut Ferdius baru tinggal di Lingu Lango setahun lebih.
“Beliau orangnya sangat baik. Ramah sekali bahkan setiap hajatan selalu ikut bergabung. Kalau di Lingu Lango, kaka ipar saya baru setahun lebih tinggal di sini,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan kaka Iparnya datang usai dirinya berkenalan dengan kaka iparnya Barnabas Bora Gudhi di media sosial Facebook.
Dari perkenalan itu, Emiliana Yohanes kemudian memutuskan tinggal bersama kaka iparnya di Lingu Lango.
“Kaka saya kebetulan duda dan kaka Emiliana janda jadi keduanya klop. Apalagi kaka Emiliana itu jiwa kerjanya tinggi sekali. Jadi kami keluarga senang dengan dia,” katanya.
Dirinya bersama keluarga disebut menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Polres Sumba Barat.
“Kami serahkan ke pihak Polres Sumba Barat. Kalau memang kaka ipar saya meninggal karena dibunuh maka kami minta pelakunya segera ditangkap karena memang saat ditemukan pertama kali itu, tubuh kaka ipar saya ada luka cuma kami tidak bisa bicara banyak. Kami serahkan ke Polres saja,” katanya.
Hingga kini kasus tersebut masih dalam pendalaman pihak Polres Sumba Barat.
Belum ada pernyataan resmi dari institusi tersebut namun dari laman resmi Polres Sumba Barat disebutkan terdapat sejumlah luka di tubuh korban tanpa ada tanda-tanda kekerasan seksual.***
|
