“Kita sudah mengirimkan dokter untuk belajar mengoperasikan alat ini di Bali,” ujar dr. Japendi kepada media ini melalui Via WhatsApp, pada Sabtu sore (1/11/2025) kemarin.
Japendi menuturkan, pelayanan ini beroperasi dari hari Senin hingga Sabtu dan dapat melayani enam pasien per hari. Direktur RSUD Waikabubak ini menyebutkan, bahwa saat ini sudah 24 pasien yang mendapatkan layanan kesehatan.
Pihaknya berkomitmen untuk menjaga profesionalisme demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sumba Barat.
Dengan membukanya pelayanan cuci darah untuk pasien yang gagal ginjal, tentunya menjadi kabar gembira bagi masyarakat Sumba Barat sekaligus prestasi tersendiri bagi RSUD Waikabubak.
“Pasien gagal ginjal atau yang ingin cuci darah tidak perlu lagi bersusah-susah ke luar Sumba Barat, cukup di RSUD Waikabubak,” katanya.
Ditanya biaya cuci darah, ditambahkan Japendi, untuk pasien yang menggunakan BPJS dikenakan tarif sebesar Rp 840.000 (Delapan ratus empat puluh ribu rupiah). Sementara pasien non BPJS yang mau HD dikenakan tarif sebesar Rp 1.090.000 (Satu juta sembilan puluh ribu rupiah), dan pasien Emergency dikenakan tarif Rp 1.417.000 (Satu juta empat ratus tujuh belas ribu rupiah).***
|
